Data & Kebijakan

Petani Temabakau Terancam Merugi, Jika Pembatasan Tar dan Nikotin Dilakukan

Petani tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sedang panen, beberapa waktu lalu.
Petani tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sedang panen, beberapa waktu lalu.

THINKWAY.IDAsosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mengungkapkan kegelisahannya dengan wacana pemerintah melalui Kementerin Kesehatan akan menerapkan pengaturan/pembatasan tar dan nikotin pada produk hasil tembakau.

Kegelisahan itu disampaikan Ketua Umum DPN APTI, Agus Parmuji dalam diskusi yang diselenggarakan FSP RTMM-SPSI DIY yang mengangkat tema ” Menilik Arah Kebijakan Pertembakauan di Indonesia, yang berlangsung di Limasan Klampox Sleman, Senin (9/2) yang dilansir koranbernas, Selasa (10/2).

“Spesifikasi bahan baku akan semakin sempit dan ini berpotensi mematikan petani tembakau dan seluruh ekosistem pertembakauan di Indonesia. Harga tembakau rakyat bisa turun drastis dan memperparah ketidakpastian ekonomi petani,” kata dia.

Timbulnya wacana pembatasan kadar tar dan nikotin bukan hanya menimbulkan kecemasan para petani tembakau,namun menurut Agus pemerintah hingga saat ini belum melibatkan petani dalam proses perumusan kebijakan pertembakauan. “Negara seharusnya hadir melindungi petani tembakau sebagai bagian dari kedaulatan ekonomi nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PP FSP RTMM-SPSI, Hendry Wardana dengan adanya wacana kebijakan penyeragaman kemasan rokok, penetapan kadar masksimal tar dan nikotin serta larangan penggunaan bahan tambahan pada produk hasil tembakau yang berpotensi risiko PHK massal apabila industri dipaksa menyesuaikan standar teknis yang sulit diterapkan pada produk kretek.

“Ini sama saja dengan de facto larangan produksi, karena segmen kretek khususnya kretek tangan secara natural memiliki kandungan nikotin dan tar yang tinggi,” ungkapnya.

Menurut dia, seluruh produk yang beredar saat ini tidak ada satu pun yang sesuai dengan usulan batas nikotin dan tar. “Pemerintah seharusnya tidak hanya menggunakan pendekatan kesehatan semata, tetapi juga mempertimbangkan aspek ketenagakerjaan dan mitigasi dampak yang komprehensif,” tambahnya.

Atas dasar itu, FSP RTMM-SPSI menyatakan menolak secara tegas wacana kebijakan tersebut dan menyatakan kesiapannya menyampaikan aspirasi secara langsung ke Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta Pusat.

Baca Juga: https://thinkway.id/phk-massal-menghantui-asosiasi-pekerja-tolak-wacana-penyegaraman-kemasan-rokok-hingga-pengaturan-kadar-tar-nikotin/

Baca Juga: https://thinkway.id/persatuan-pabrik-rokok-dan-petani-tembakau-curhat-ke-samuel-wattimena-soal-rokok-yang-kian-dilarang/

 

Related Posts
Main Layangan, Cara Petani Tembakau Minta Hujan

Warga Desa Kotanyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, ramai-ramai lomba bermain layang-layang raksasa. Permainan layang-layang raksasa ini diberi nama Toancak. Tradisi ini Read more

Kartunis 30 Negara Bakal Unjuk Gigi di Wisma Perdamaian

Semarang akan menjadi tuan rumah pameran kartun internasional bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017". Pameran ini merupakan agenda kerjasama Gold Read more

Tuhan Menciptakan Pohon Tembakau bukan untuk Membunuhmu

"Kalau merokok menyebabkan impotensi, tentu tidak akan ada Megawati," Perokok semakin teruji menjadi orang sabar. Tak pernah marah-marah, karena mungkin Read more

Melepas Perangkap Pasar Oligopsoni

Salah satu sebab mengapa petani tembakau di Indonesia kerap terpojok, karena mereka terperangkap ke dalam pola Pasar Oligopsoni. Bagaimana mengurai Read more

Redaksi

About Author

You may also like

Data & Kebijakan

Data Tembakau di Jawa Timur

Tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peranan strategis dalam perekonomian nasional, yakni merupakan sumber pendapatan negara melalui devisa
Data & Kebijakan

Produksi Tembakau di Jawa Timur Terpengaruh Cuaca

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, produksi tembakau di Jawa Timur selama tahun 2010 – 2016 cenderung mengalami penurunan,