Thinkway Logo
Tiga Tradisi Malam Takbiran ini Bikin Kangen Kampung Halaman Loh Genks!

Tiga Tradisi Malam Takbiran ini Bikin Kangen Kampung Halaman Loh Genks!

THINKWAY.IDGenks! Sebelum melakukan ibadah sholat Id, ada sebuah tradisi yang dilakukan banyak umat muslim di seluruh dunia. Tradisi itu bernama takbiran, melantunkan kalimat takbir secara bersama-sama dimulai dari setelah isya hingga salat id. Tahu nggak genks, tradisi ini punya cara perayaan yang berbeda-beda loh di setiap daerah. Tradisi ini cukup bikin kalian rindu akan kampung halaman.

Berbeda daerah, berbeda pula cara perayaannya. Tetapi kalimat yang dilantunkan tetap sama. Berbeda cara perayaan ini tergantung adat istiadat dan kultur lokal masing-masing. Inilah Indonesia memiliki keunggulan dengan segala macam ragam budaya yang berbeda. Berikut Thinkway rangkum tiga tradisi unik malam takbiran masyarakat Nusantara.

Takbiran di Laut

Tidak sedikit masyarakat nusantara yang tinggal di pesisir dan menggantungkan hidupnya dari laut. Beberapa masyarakat yang tinggal di kawasan timur Indonesia punya tradisi untuk merayakan malam takbiran di laut. Misalnya, warga di perairan Batutaku, Kecamatan Tammero’do Sendana, Majene, Sulawesi Barat, melakukan pawai takbir dengan menggunakan puluhan perahu.

Ratusan perahu ini berkeliling di tengah laut sambil mengumandangkan takbir. Meski diikuti ratusan perahu, warga tetap menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan masker. Suasananya sangat meriah sekali apalagi perahu-perahu tersebut dihias dengan bendera dengan warna bermacam-macam dan lampu kelap-kelip yang semakin menghiasi gelapnya malam di lautan.

Meugang

Meugang adalah sebuah tradisi yang lekat dan tak boleh ditinggalkan oleh Masyarakat Aceh saat malam takbiran. Ini adalah sebuah tradisi makan daging yang dijalankan oleh masyarakat di sana, dalam rangka menyambut bulan Ramadan, Idulfitri dan Iduladha. Tradisi Meugang sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun yang lalu di Aceh. Meugang dimulai sejak masa Kerajaan Aceh.

Genks, nggak cuma daging yang disantap bersama dalam tradisi Meugang. Jenis makanan yang disajikan dalam tradisi ini sangat beragam, seperti tape, leumang, dan timpang. Leumang adalah makanan yang terbuat dari ketan dan dipanggang di dalam bambu. Jadi tergiur untuk mencobanya kan?

Meriam Karbit

Perayaan malam takbiran di Pontianak juga ga kalah meriah loh, genks! Jika anda merupakan warga asli Kota Khatulistiwa maka udah pasti familiar dengan suara letupan meriam saat menjelang hari raya Idulfitri dan Iduladha. Eits, tapi tenang ya karena meriam ini tanpa peluru alias meriam karbit yang hanya menghasilkan suara ledakan yang besar.

Meriam-meriam ini terbuat dari eriam tersebut terbuat dari kayu mabang atau kayu meranti dengan ukuran diameter antara 50-70 sentimeter dan panjang kisaran lima hingga enam meter. Pemasangan meriam dinyalakan di pinggiran sungai kapuas pontianak agar tetap aman. Meriam dinyalakan sepanjang malam mulai dari adzan maghrib sampai menjelang pagi. Tujuan dari membunyikan meriam tersebut untuk mengusir roh jahat agar tidak mengganggu masyarakat saat hari kemenangan tiba. Unik yah Genks perayaan malam takbiran di Pontianak!

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.