THINKWAY.ID – Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan amanat langsung dari undang-undang kesehatan di Indonesia. Namun Perda KTR ini tidak serta merta dapat diimplementasikan tanpa melihat dampak ekonomi yang ditimbulkan seperti para pekera di sektor sigaret kretek tangan (SKT) di Bojonegoro, Jawa Timur yang terancam mata pencariannya.
Ekonom Bojonegaro Agung Hirmantono berpendapat seperti dikutip dari radar bojonegoro.com, Selasa (31/3), Rancangan Perda KTR (Raperda KTR) Bojonegoro harusnya pemerintah harus mempertimbangkan dampak ekonominya saat membuat kebijakan itu dengan melihat kalkulasi ekonomi daerah dan perlu evaluasi lebih mendalam.
“Dampak ekonomi terkait Raperda KTR harus dilakukan evaluasi lebih lanjut dan mendalam sebelum Perda ini dijalankan,” ujarnya. Menurutnya, sektor yang paling rentan terdampak adalah industri rokok, terutama segmen sigaret kretek tangan (SKT).
Ia menjelaskan, SKT di Bojonegoro didominasi oleh pekerja perempuan, dan sektor ini menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga. ’’Karena akan menimbulkan dampak yang sangat besar, terutama ekonomi daerah,” jelasnya.
Agung juga menambahkan, bahwa perusahaan rokok sangat mungkin melakukan efisiensi untuk menyesuaikan dengan kondisi baru jika Raperda KTR dijalankan tanpa perhitungan matang. Di saat yang sama, industri rokok legal juga menghadapi persaingan ketat dari produk ilegal yang beredar di banyak tempat.
“Sedangkan, di satu sisi persaingan dengan industri rokok ilegal yang ada di mana-mana,” katanya. Meski demikian, Agung mengakui adanya sisi positif yang sering luput dari perdebatan publik.
Ia menyebut, bahwa penataan lingkungan melalui Raperda KTR dapat meningkatkan daya tarik investasi. “Investor dari luar akan tertarik menanamkan investasinya karena melihat suatu daerah yang lingkungannya bersih dan sehat,” ujarnya. Namun, ia menegaskan kembali, bahwa kebijakan ini harus dijalankan dengan mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang kian sulit.
Baca Juga: https://thinkway.id/banyak-pelarangan-penjualan-rokok-aprido-minta-strategi-edukasi-yang-diutamakan/
Baca Juga: https://thinkway.id/berkah-kemarau-bagi-petani-bojonegoro-harga-tembakau-bersaing/

