Thinkway Logo
Hati-Hati! Data Kamu yang Tercuri Bisa Disalahgunakan untuk Aktivitas Ini

Hati-Hati! Data Kamu yang Tercuri Bisa Disalahgunakan untuk Aktivitas Ini

THINKWAY.ID Berbagai cara dilakukan pelaku kejahatan siber untuk mengambil data pribadi korbannya. Mulai dari phising hingga scamming kerap kali menjadi modus operandi di era digitalisasi sekarang ini.

Kelengahan korban menjadi titik yang paling dicari pelaku kejahatan siber. Tautan yang dikirim melalui email, ataupun telepon dan pesan singkat yang meyakinkan adalah awal kejahatan siber berlangsung. Sikap kewaspadaan jika menemui situasi seperti ini mutlak diperlukan agar data pribadi tidak bobol.

Bukan tanpa sebab sikap waspada diperlukan. Sebab, dalam hitungan detik, data pribadi korban bisa langsung diketahui oleh pelaku. Pasalnya, akibat data pribadi yang bocor, banyak potensi kejahatan yang bisa muncul dalam waktu yang cepat.

Jika data sudah berpindah tangan, penyalahgunaan data sudah dapat dipastikan terjadi, mulai dari pembuatan akun pinjaman online (pinjol), membobol akun media sosial (medsos) dan layanan lainnya, hingga telemarketing.

Pendaftaran Akun Pinjaman Online (Pinjol)

Jika data pribadi sudah tercuri, pelaku kejahatan siber bisa menggunakan data tersebut untuk mengajukan pembukaan akun pinjol atas nama korbannya. Jika ini sudah terjadi, pelaku kejahatan dapat mengajukan sejumlah dana pinjaman yang tentu langsung akan masuk ke akun pelaku atas nama korban.

Nantinya, pihak pinjol akan mengirim dana tersebut ke rekening tujuan. Bisa saja, dalam hal ini pelaku menaruh nomor rekening korban. Nantinya korban akan menerima sejumlah dana, padahal sebelumnya ia tak pernah mengajukan pinjaman tersebut.

Situasi lain bisa terjadi dengan keadaan yang lebih parah lagi. Pelaku bisa menaruh nomor rekening pribadinya dengan data pribadi sang korban. Pihak pinjol akan mengirimkan dana tersebut ke rekening terdaftar, namun menagih pinjaman ke data pribadi korban, bisa melalui nomor telepon korban ataupun alamat rumah korban.

Membobol Akun Medsos dan Layanan Lainnya

Data pribadi bukan hanya data yang ada di kartu tanda penduduk (KTP) saja. Email dan password pun termasuk data pribadi. Jika ini juga sudah tercuri, potensi pengambilalihan akun medsos mudah saja dilakukan, apalagi jika akun medsos tidak melalui verifikasi dua langkah.

Selain akun medsos yang akan diambil alih, akun layanan lain seperti keuangan maupun perbankan juga bisa berpindah tangan dengan sekejap.

Telemarketing

Dengan data pribadi yang sudah tersebar, korban tidak akan lagi mendapatkan ketenangan. Di samping kejahatan yang merugikan secara materil, kerugian non-materil pun bisa didapatkan seperti penjualan data yang dilakukan pelaku.

Data ini, bisa diperjualbelikan di antara para sales telemarketing. Korban akan mendapatkan telepon untuk penawaran berbagai macam barang dan jasa. Padahal, sebelumnya korban tidak pernah membeli barang atau jasa tersebut.

Penawaran semacam itu bisa terjadi dalam 3 kali sehari dengan sales telemarketing yang berbeda-beda pula. Sekali saja mendapatkan telepon atau pesan singkat terkait penawaran, korban akan terus menerus mengalami hal ini karena data yang sudah tersebar dan diperjualbelikan.

Nah, buat kalian yang nggak pengin data pribadinya tercuri bisa menerapkan langkah-langkah sederhana yang ada pada artikel kami “Ini Langkah Sederhana untuk Menghindari Kebocoran Data Pribadi”.

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.