Data & Kebijakan

Menperin Kaji Dampak Rencana Pembatasan Tar dan Nikotin

THINKWAY.ID – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menjelaskan saat ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengkaji dampak wacana pembatasan TAR dan nikotin dalam produk tembakau seperti rokok konvensional dan rokok elektrik.

“Nanti kita kaji dulu ya, dampak baik dan dampak buruknya bagi masyarakat Indonesia,” ungkap Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji dalam acara pembukaan InterFOOD di Nice PIK 2, Tangerang, Banten, Rabu (4/11/2026) dan dilansir kompas.com, Jumat (6/11).

Menperin menegaskan, Kemenperin memiliki perspektif tersendiri agar industri tumbuh, termasuk dalam produk tembakau.”Tetapi kita juga harus memperhatikan perspektif yang lain. Jadi, keseimbangan itu juga menjadi penting,” jelas dia. Untuk diketahui, pemerintah berencana untuk membatasi kadar TAR dan nikotin dalam produk tembakau. Pemerintah mengusulkan batas maksimal nikotin sebesar 1 miligram dan TAR sebesar 10 miligram per batang rokok.

Baca Juga: https://thinkway.id/kemenperin-sebut-iht-tertekan-maraknya-rokok-ilegal-gerus-penerimaan-negara/#google_vignette

Tujuan dari pembatasan ini adalah untuk menekan prevalensi perokok, melindungi kesehatan masyarakat khususnya generasi muda, memperkecil risiko bahaya dari konsumsi produk tembakau. Namun, rencana kebijakan ini menuai pro dan kontra, terutama di kalangan petani tembakau.

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Henry Najoan mengatakan industri kretek sangat bergantung pada bahan baku tembakau dan cengkih dari dalam negeri.

Baca Juga: https://thinkway.id/data-kemenperin-industri-kecil-menengah-aceh-paling-banyak-terdampak-becana-sumatera/

Menurut dia, karakteristik tembakau lokal yang memiliki kadar nikotin dan TAR relatif tinggi membuat industri perlu mendapatkan kepastian mengenai standar yang akan diterapkan pemerintah. “Kalau ada rencana pembatasan kandungan nikotin dan TAR di industri kretek, 95 persen bahan baku kami tembakau dan cengkih dalam negeri. Petani kita belum mampu merekayasa tembakau yang rendah nikotin dan TAR, ketersediaan di petani semuanya masih tinggi,” ujar Henry dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

 

Related Posts
Main Layangan, Cara Petani Tembakau Minta Hujan

Warga Desa Kotanyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, ramai-ramai lomba bermain layang-layang raksasa. Permainan layang-layang raksasa ini diberi nama Toancak. Tradisi ini Read more

Dinas Perkebunan Jambi Lirik Potensi Tembakau Rakyat

Potensi komoditi perkebunan tembakau (tobacco) di Provinsi Jambi, terutama di tiga daerah penghasil, seperti Kabupaten Merangin, Kota Sungai Penuh, dan Read more

Jejak Yap Kay Tjay, Pemburu Tembakau Asal Tiongkok

Ratusan tahun, penjelajah dari berbagai negara Eropa, Tiongkok, Jepang, Timur Tengah dan lain-lain berebut masuk di daratan nusantara. Mereka tertarik Read more

Kartunis 30 Negara Bakal Unjuk Gigi di Wisma Perdamaian

Semarang akan menjadi tuan rumah pameran kartun internasional bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017". Pameran ini merupakan agenda kerjasama Gold Read more

Redaksi

About Author

You may also like

Data & Kebijakan

Data Tembakau di Jawa Timur

Tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peranan strategis dalam perekonomian nasional, yakni merupakan sumber pendapatan negara melalui devisa
Data & Kebijakan

Produksi Tembakau di Jawa Timur Terpengaruh Cuaca

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, produksi tembakau di Jawa Timur selama tahun 2010 – 2016 cenderung mengalami penurunan,