THINKWAY.ID – Indonesia memiliki mayoritas penduduk muslim dengan memiliki beragam tradisi unik. Menjelang ramadan, tradisi – tradisi unik akan digelar sebagai bentuk wujud syukur maupu persiapan spiritual dapat menjalankan ibadah puasa dan berdoa diberikan kelancaran dalam melaksanakannya.
Di berbagai wilayah, tradisi menyambut ramadan beragam, seperti Padusan di Jawa, Nyorog di Jakarta, dan Meugang di Aceh. Ritual-ritual ini menunjukkan keberagaman budaya serta kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Redaksi THINKWAY.ID akan mengulas 10 tradisi unik menyambut ramadan di berbagai daerah di Indonesia, berikut ulasannya.
Baca Juga: https://thinkway.id/iklan-sirup-bertebaran-tanda-ramadan-telah-tiba/
Dalam artikel awal ini, kami akan mengulas tentang tradisi Munggahan yang tradisi khas masyarakat Sunda (dan sebagian wilayah lain di Indonesia) untuk menyambut bulan suci ramadan. Berasal dari kata “munggah” (naik) yang berarti “naik” ke bulan yang lebih mulia dengan mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual, biasanya diisi dengan makan bersama (botram), saling memaafkan, berdoa, dan berziarah makam menjelang akhir bulan Sya’ban.
Adapun tujuannya adalah membersihkan diri, mempererat silaturahmi, dan bersyukur atas kesempatan bertemu ramadan.Sementara untuk persiapan spiritual yakni meningkatkan kualitas ibadah dan membersihkan diri dari dosa sebelum Ramadan tiba.
Baca Juga: https://thinkway.id/buah-timun-suri-laris-manis-saat-ramadan/
Sementara untuk makna silaturahmi adalah momen berkumpul bersama keluarga, kerabat, atau tetangga untuk mempererat hubungan sosial.
Ungkapan raya syukur adalah menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan bertemu kembali dengan bulan ramadan. Nah, tradisi Munggahan ini sangat penting bagi masyarakat Sunda untuk berkumpul bersama keluarga, kerabat menikmati hidangan, berdoa dan salin bermaafan. (*Bersambung)