Thinkway Logo
Iklan Sirup Bertebaran, Tanda Ramadan Telah Tiba!

Iklan Sirup Bertebaran, Tanda Ramadan Telah Tiba!

THINKWAY.IDMenjelang bulan ramadan pasti selalu ada ajah nongol iklan sirup di TV. Nggak cuma di TV, sih, pasti nongol juga di radio, medsos, baliho, dan di mana-mana. Fenomena ini sebenarnya udah berlangsung sejak lama dan kita nyaris luput untuk mengetahui sejak kapan mulanya. Juga, pasti banyak yang penasaran kenapa iklan sirup suka muncul, sih, tiap jelang bulan ramadan?

Pertama kita bahas dulu efek munculnya promosi sirup sebelum ramadan. Sebenarnya apa pun yang pengin disampaikan iklan produk, gue percaya kalau setiap orang punya cara sendiri dalam membaca pesannya. Tapi kalau soal iklan sirup beda lagi, genks, urusannya. Gue rasa semua orang nyaris punya bacaan yang sama soal iklan produk ini. Apalagi intensitas iklannya makin tinggi jelang dua minggu (bahkan ada yang satu bulan) sebelum Ramadan tiba.

Karena sering muncul tiap tahun tepat sebelum ramadan, orang-orang jadi punya pandangan simbolik terkait iklan sirup ini. Nah, lagi-lagi ga bisa lepas dari teori interaksi simbolik yang merupakan cabang dari ilmu sosiologi. Apa itu? Jadi gini genks, Teori ini melihat realitas sebagai konstruksi sosial yang dibentuk melalui proses interaksi yang terus berlangsung. Seorang sosiolog asal Inggris, Herbert Blumer menyebutkan tiga asumsi yang didapat dari teori ini. Pertama, manusia bertindak berdasarkan makna yang diberikan orang lain. Kedua, makna muncul dalam interaksi antar manusia. Terakhir, makna dimodifikasi melalui interpretasi.

Terus kaitannya apa, Maszeeeh? Nah, itu genks akibat dari iklan sirup yang terus menerus muncul tepat sebelum ramadan, maka publik akhirnya punya interpretasi tersendiri terhadap advertensi tersebut. Anda bisa bayangin ga betapa intensif dan gencarnya advertensi sirup ini? Temuan Data Adsensity pada 19 sd 25 Mei 2017 (tepat seminggu sebelum Ramadhan) menemukan ada sebesar 2116 iklan sirup dari dua merek besar (Marjan & ABC Heinz) dengan total biaya sebesar 76,6 miliar rupiah hanya untuk satu minggu saja, WAW!

Oke. Dari segitu banyak kuantitas iklan dan biaya yang dikeluarkan serta intens dilakukan sebelum bulan puasa, lalu apa interpretasi masyarakat? Sederhana, iklan sirup yang nongol di TV itu jadi penanda kalau ramadan dikit lagi tiba. Ketika promosi sirup udah mulai nongol di TV, anda-anda semua sudah pasti mulai mengatur jadwal untuk nyekar, mempersiapkan jadwal imsakiyah, mengatur jadwal bukber, sampeeeee ngecek THR bakal turun apa engga ~

Apa kemudian pabrikan sirup merugi karena ternyata promosi yang gencar itu ternyata hanya menghasilkan interpretasi yang sesederhana itu? Hemm, ga peduli juga sih dan gue ga lagi bahas ke arah sana. Tapi setidaknya, pabrikan sirup udah mampu membentuk budaya baru dalam Masyarakat Indonesia yang juga turut mewarnai suasana ramadan di nusantara. Give Applause!

Ketika iklan sirup dianggap sudah menjadi tanda memasuki bulen ramadan, maka pabrikan juga ga mau kehilangan momen. Pasti di rapat strategi marketing saat awal tahun mereka langsung nargetin buat jor-joran promosi di sebelum dan saat ramadan. Ibaratnya waktu-waktu tersebut adalah primary time yang ga bakal mungkin mereka lewati gitu ajah. Ini jadi alasan logis kenapa buanyaak banget advertensi sirup sebelum dan saat puasa.

Udah ya, yang penting sesegar-segarnya iklan sirup jangan sampe bikin kalian justru batal puasanya wkwkwkwk. Atau apa perlu harus ada regulasi pembatasan iklan sirup saat tengah hari? Cuakkzzzzz~

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.