THINKWAY.ID – Luas tanam tembakau di Bojonegoro mengalami kenaikan sekitar 4.770 hektare tahun ini. Yakni, dari total 11.189 hektare luas lahan tembakau pada 2023, meningkat menjadi sekitar 15.959 hektare per Agustus 2024.
Kenaikan ini dipengaruhi oleh tingginya harga tembakau di Bojonegoro sejak 2023 lalu. ’’Sampai sekarang realisasi tanam tembakau mencapai 15.959,94 hektare,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arifin.
Berdasar data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, target tanam tembakau sekitar 12.892 hektare tahun ini. Meliputi, target jenis tembakau jawa sekitar 2.339 hektare di 89 desa dan target jenis tembakau virginia 10.553 hektare di 117 desa.
Sehingga, total terdapat 206 desa dengan jumlah petani 47.507 orang pada target tahun ini. Terjadi peningkatan realisasi tanam hingga Agustus 2024. Di antaranya, terdapat tambahan sekitar 45 desa dan jumlah petani 1.390 orang. Dengan tambahan luas tanam tembakau mencapai 422 hektare.
Sehingga, total terdapat 251 desa dan jumlah petani 48.897 orang. Dengan total luas tanam tembakau mencapai 15.959 hektare per Agustus tahun ini. Dia mengatakan, luas tanam tembakau meningkat karena beberapa wilayah yang sebelumnya tidak menanam tembakau, tahun ini menanam.
Seperti, petani di Kecamatan Kapas, Trucuk, Margomulyo, Gayam, dan Kalitidu. ’’Kenaikan harga tembakau yang terjadi sejak 2023 lalu juga mempengaruhi minat petani untuk menanam tembakau tahun ini,” tuturnya.
Suyono petani tembakau asal Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang mengatakan, harga tembakau saat ini mengalami penurunan. Yakni, Rp 3.100 per kilogram untuk harga daun basah. Sedangkan, untuk rembakau rajang kering sekitar Rp 30.000 per kilogram.
’’Biasa, terkena hukum pasar. Semakin banyak yang menanam akan semakin banyak juga jumlah barang. Sehingga, harga semakin turun,” katanya.
Petani tembakau paro baya asal Desa Kunci, Kecamatan Dander Bowo mengatakan, setiap tahun menanam tembakau. Dengan modal Rp 8 juta untuk luas tanam 1 hektare tembakau. Sekitar pertengahan Agustus akan mulai panen.
’’Tahun lalu harga tembakau tinggi, sehingga menanam kembali tahun ini. Dengan harapan, harga tembakau semakin naik,” ujarnya