Potret

Gara-Gara di Serbu Kera, Petani Donorojo Pacitan Beralih ke Tembakau Penopang Kebutuhan Ekonomi

Ilustrasi: foto: Saketh Upadhya

THINKWAY.ID – Serangan kera liar yang tak kunjung reda di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan memaksa petani putar haluan.Lahan yang sebelumnya ditanami padi kini mulai dialihkan ke tembakau, tanaman yang dianggap lebih aman dari gangguan satwa liar.

Perubahan itu mulai terlihat tahun ini di Desa Widoro. Sedikitnya tiga kelompok tani sudah menanam tembakau di lahan sekitar 5 hingga 6 hektare. Mereka juga menggandeng PT AOI sebagai mitra penampung hasil panen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, menyebut langkah ini bukan tanpa alasan. Serangan kera masih kerap terjadi, bahkan makin berani masuk ke area permukiman.

“Masih ada laporan kera masuk ke lahan pertanian, bahkan sampai pekarangan dan tidak takut manusia,” kata Sugeng, seperti dilansir times indonesia,

Menurutnya, kondisi ini terjadi sejak musim tanam pertama tahun ini. Sementara itu, penanganan kera tidak bisa dilakukan sembarangan karena statusnya sebagai satwa dilindungi.

“Solusinya kami arahkan ke tanaman yang tidak disukai kera tapi tetap punya nilai ekonomi,” ujarnya.

Sugeng menambahkan, tembakau bukan komoditas baru bagi Donorojo. Tanaman ini sempat berjaya pada awal 2000-an, sebelum akhirnya hilang dan kini dicoba lagi.

Untuk menarik minat petani, kebutuhan bibit hingga pupuk difasilitasi melalui pola kemitraan. Pembayaran dilakukan setelah panen, sehingga petani tidak terbebani biaya di awal.

Secara teknis, masa tanam tembakau relatif singkat, sekitar tiga bulan. Penanaman dimulai April, dengan panen diperkirakan berlangsung Juni hingga Agustus. Hasil panen ditargetkan sudah masuk gudang sebelum Oktober.

Selain tembakau, DKPP juga mendorong petani menanam komoditas lain seperti ubi dan ketela rambat. Tanaman ini diproyeksikan sebagai penopang kebutuhan pangan keluarga, terutama di wilayah Donorojo dan Punung.

Tahun ini, luas tanam tembakau di Pacitan ditargetkan menembus lebih dari 600 hektare. Sebagai pembanding, tahun lalu realisasinya sekitar 400 hektare, terkendala curah hujan yang cukup tinggi.(*)

Baca Juga:https://thinkway.id/tembakau-semakin-jadi-pilihan-petani-pacitan/

Baca Juga: https://thinkway.id/?s=tembakau

Related Posts
Main Layangan, Cara Petani Tembakau Minta Hujan

Warga Desa Kotanyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, ramai-ramai lomba bermain layang-layang raksasa. Permainan layang-layang raksasa ini diberi nama Toancak. Tradisi ini Read more

Dinas Perkebunan Jambi Lirik Potensi Tembakau Rakyat

Potensi komoditi perkebunan tembakau (tobacco) di Provinsi Jambi, terutama di tiga daerah penghasil, seperti Kabupaten Merangin, Kota Sungai Penuh, dan Read more

Jejak Yap Kay Tjay, Pemburu Tembakau Asal Tiongkok

Ratusan tahun, penjelajah dari berbagai negara Eropa, Tiongkok, Jepang, Timur Tengah dan lain-lain berebut masuk di daratan nusantara. Mereka tertarik Read more

Kartunis 30 Negara Bakal Unjuk Gigi di Wisma Perdamaian

Semarang akan menjadi tuan rumah pameran kartun internasional bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017". Pameran ini merupakan agenda kerjasama Gold Read more

Redaksi

About Author

You may also like

Potret

Dinas Perkebunan Jambi Lirik Potensi Tembakau Rakyat

Potensi komoditi perkebunan tembakau (tobacco) di Provinsi Jambi, terutama di tiga daerah penghasil, seperti Kabupaten Merangin, Kota Sungai Penuh, dan
Potret Tradisi

Jejak Yap Kay Tjay, Pemburu Tembakau Asal Tiongkok

Ratusan tahun, penjelajah dari berbagai negara Eropa, Tiongkok, Jepang, Timur Tengah dan lain-lain berebut masuk di daratan nusantara. Mereka tertarik