THINKWAY.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo Madura meminta petani tembakau di wilayah Madura mewaspadai potensi hujan lokal yang masih terjadi di awal musim kemarau tahun 2026.
Kepala BMKG Trunojoyo Madura, Ari Widjajanto mengatakan, saat ini sebagian petani mulai melakukan pembibitan tembakau. Namun kondisi cuaca yang belum stabil berpotensi mengganggu pertumbuhan bibit tanaman apabila tidak diantisipasi dengan baik.
“Kami melihat masyarakat sudah mulai membibit tembakau, sehingga perlu perlakuan khusus agar bibit tidak rusak akibat hujan,” ujarnya, seperti dikutip rri,co.id, Selasa (19/5).
Menurut Ari, Madura memang telah memasuki musim kemarau awal. Namun hujan lokal masih berpotensi turun secara bergantian karena pertumbuhan awan konvektif masih cukup aktif.
Ia menyebut musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dan cenderung lebih kering dibanding tahun sebelumnya seiring potensi penguatan fenomena El Nino pada puncak kemarau.
Karena itu, petani diminta mulai menyesuaikan pola tanam dan melakukan langkah antisipasi agar tanaman tidak terdampak perubahan cuaca ekstrem.
“Hujan kemungkinan hanya berlangsung sesaat, tetapi masyarakat tetap perlu melakukan langkah penanganan yang diperlukan,” katanya.
BMKG juga mengimbau masyarakat rutin memantau perkembangan cuaca sebagai langkah mitigasi terhadap potensi gangguan cuaca selama masa peralihan musim.(*)
Baca Juga: https://thinkway.id/menghadapi-musim-kemarau-ekstrem-petani-tembakau-di-indonesia-harus-siaga/
Baca Juga: https://thinkway.id/jelang-musim-tanam-petani-tembakau-gandeng-bmkg/