THINKWAY.ID – Menteri Luar Negeri RI Agus Salim merupakan menteri pada masa-masa awal kemerdekaan di Kabinet Amir Syarifuddin (1947) dan Kabinet Hatta (1948-1949), meskipun menduduki posisi menteri, Agus Salim hidup sangat sederhana dan tidak mampu membeli rumah. Keluarga Agus Salim dihabiskan berpindah – pindah kontrakkan.
Berdasarkan refrensi buku ‘Seratuh Tahun Haji Agus Salim’ & Seriu Buku Tempo ‘Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan’ Menteri Luar Negeri RI yang disegani dunia ini hidup sebagai “kontraktor” sejati. Berpindah dari satu gang sempit ke gang lain di Jakarta.

Namun, yang membuat kisahnya indah adalah sosok sang istri: Zainatun Nahar.
Zainatun tidak pernah menuntut kemewahan. Ia mendampingi Agus Salim dalam kemelaratan yang nyata. Bahkan saat atap rumah kontrakan mereka bocor hebat dan air membanjiri ruang tamu, mereka tidak bertengkar. Mereka justru
menjadikannya lelucon: “Anggap saja kita punya kolam renang pribadi.”
Baca juga: https://thinkway.id/gubernur-jateng-minta-menteri-perdagangan-batasi-impor-tembakau/
Pasangan ini menghayati betul pepatah Belanda kuno: “Memimpin adalah Menderita”. Mereka menolak kaya dari jabatan. Bagi mereka, kehormatan dan kebahagiaan tidak terletak pada sertifikat tanah, tapi pada hati yang bersih.
Kisah cinta yang sederhana, namun “mahal” harganya. Seperti dikutip arsip.peristawa, Selasa 27 Januari 2026.