Thinkway Logo
Maroko dan Kisah Pemberian Nama Jalan Soekarno di Kota Rabat

Maroko dan Kisah Pemberian Nama Jalan Soekarno di Kota Rabat

THINKWAY.ID – Maroko secara mengejutkan berhasil menyisihkan Spanyol pada babak perdelapan final Piala Dunia Qatar 2022 lewat adu penalti dengan skor 3-0, setelah berhasil menahan imbang 0-0 di waktu normal. Ini adalah kali pertama Maroko berhasil menembus fase terjauh mereka dalam keikusertaan di Piala Dunia, sekaligus menjadi satu-satunya wakil Afrika di perempat final Piala Dunia tahun ini.

Singa Atlas, julukan tim nasional Maroko, membuktikan bahwa negara-negara non-Eropa dan non-Amerika Selatan, punya cukup kemampuan untuk menggoyang dominasi raksasa sepak bola dunia. Piala Dunia Qatar 2022 sekaligus melanjutkan tradisinya, dengan banyak kejutan terjadi di lapangan hijau. Dengan demikian, sampai sejauh ini, Spanyol mengekor tim-tim besar yang sudah angkat koper, seperti Jerman, Belgia, dan Uruguay.

Hubungan Maroko dan Indonesia

Maroko punya koneksi dengan Indonesia, setidaknya di masa lalu, saat Presiden Soekarno masih duduk sebagai Presiden Indonesia.

Bernama resmi Kerajaan Moroko (Kingdom of Morocco/Al-Mamlakah al-Maghribiyah), negara ini merdeka tahun 1956 dari Prancis. Presiden Soekarno dikabarkan menjadi kepala negara pertama yang memberikan ucapan selamat untuk Maroko pasca pernyataan kemerdekaan.

Kedekatan nyata Maroko dengan Indonesia terjalin sejak 1960. Sama-sama berstatus sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, tampaknya menjadi latar belakang utama kedekatan tersebut terjalin.

Kedekatan Indonesia dan Maroko juga menjadi kisah dari keakraban Raja Maroko, Mohammed V dengan Presiden Soekarno di tahun 1960. Kunjungan Presiden Soekarno ke Rabat, Ibukota Maroko, pada  2 Mei 1960 tercatat sebagai kunjungan kepala Negara pertama di dunia ke negara ini pasca tahun kemerdekaan Maroko.

Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari Raja Mohammed V dan rakyat Maroko. Saat itu, Soekarno dianggap sebagai pemimpin revolusi dunia yang membangkitkan semangat kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika. Kunjungan Soekarno merupakan catatan sejarah penting yang menunjukkan kedekatan antar kedua negara. ​

Jalan Soekarno Dekat Kantor Pos Pusat Maroko

Negeri dengan julukan matahari terbenam (magribi) ini, memberikan penghargaan khusus untuk Indonesia, lewat penamaan satu jalan khusus untuk Soekarno di ibukota Maroko, Rabat, bernama Sharia-Al-Rais Ahmed Soekarno. Jalan yang kini bernama Rue Soekarno atau Jalan Soekarno dalam bahasa Prancis itu berdekatan dengan kantor pos pusat Maroko, dan merupakan salah satu jalan protokol.

Sebagai balasan, Soekarno juga memberikan satu nama jalan di Jakarta Selatan, bernama jalan Casablanca, yang kini menjadi kawasan perkantoran dan hunian elit. Casablanca merupakan kota tebesar di Maroko, sekaligus pusat perekonomian dan industri terbesar di negara ini.

Di Casablanca, terdapat salah satu bangunan masjid terbesar di dunia bernama Masjid Hassan II, dengan menara masjid tertinggi di dunia, 210 meter. Terdapat juga sebuah tempat kecil dengan benteng tradisional yang disebut Old Medina Casablanca sebagai destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan.

Indonesia dan Maroko adalah anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Gerakan Non-Blok dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Kopi dari Indonesia sangat populer di Maroko, karena masyarakat Maroko dikenal sebagai peminum kopi dan teh. Dari total teh dan kopi yang mereka konsumsi, 60 persen di antaranya berasal dari Indonesia, yang dibeli oleh negara ini dari pasar Eropa.

Maroko merupakan penghasil dua per tiga phospat dunia, sementara Indonesia adalah negara agraris yang membutuhkan pasokan phospat untuk pupuk. Hal ini menjadi latar belakang didirikannya Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko pada tahun 2010. Maroko dipandang sebagai pintu masuk Indonesia ke kawasan Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.