Data & Kebijakan

Kementan Ungkap Tiga Cara Turunkan Kadar Nikotin Tembakau

Petani tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sedang panen, beberapa waktu lalu.
Petani tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sedang panen, beberapa waktu lalu.

THINKWAY.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan terdapat tiga pendekatan yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar nikotin pada tanaman tembakau. Ketiga metode tersebut dinilai membutuhkan proses ilmiah dan agronomis yang panjang sehingga tidak bisa menghasilkan varietas baru dalam waktu singkat.

Ketua Kelompok Tanaman Semusim Direktorat Tanaman Semusim Kementan Yudi Wahyudi mengatakan, penurunan kadar nikotin hingga di bawah satu persen merupakan tantangan biologis terbesar bagi pertanian Indonesia. “Mengubah secara agronomis dan ilmiah tanaman tembakau dengan menurunkan kadar nikotin hingga ke tingkat ekstrem dapat ditempuh melalui tiga jalur utama,” kata Yudi seperti dikutip republika.co.id, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan, pendekatan pertama dilakukan melalui pemuliaan atau persilangan konvensional (breeding), yakni mengawinkan varietas lokal unggul yang memiliki karakter fisik kuat dengan varietas luar negeri yang secara genetik berkadar nikotin sangat rendah. Menurut dia, proses tersebut membutuhkan puluhan generasi persilangan agar sifat rendah nikotin dapat stabil tanpa mengurangi daya tahan tanaman terhadap hama maupun kemampuan beradaptasi di lahan tropis.

Cara kedua ditempuh melalui rekayasa genetika modern (gene editing CRISPR), yakni menonaktifkan gen pembentuk enzim spesifik di akar tanaman yang memproduksi nikotin sebelum dialirkan ke daun. Adapun pendekatan ketiga dilakukan melalui modifikasi teknik budidaya atau agronomi, seperti mengurangi penggunaan pupuk nitrogen, tidak melakukan pemangkasan pucuk (topping), serta menjaga kecukupan air agar akumulasi nikotin pada daun dapat ditekan.

Menurut Yudi, hingga kini belum ada varietas lokal murni Indonesia yang memiliki kadar nikotin di bawah satu persen. Mayoritas tembakau rajangan dan bahan baku kretek, seperti Temanggung, Boyolali, maupun Garut, secara alami memiliki kadar nikotin sekitar 3-8 persen.

Ia menambahkan, keberhasilan menghasilkan varietas rendah nikotin juga belum menjamin dapat diterapkan di seluruh daerah. Karakter tanaman tembakau sangat dipengaruhi kesesuaian tanah, ketinggian, cuaca, dan mikroklimat atau terroir. Petani pun akan mempertimbangkan nilai ekonomi dan kepastian pasar sebelum beralih menanam varietas baru.

 

Related Posts
Dinas Perkebunan Jambi Lirik Potensi Tembakau Rakyat

Potensi komoditi perkebunan tembakau (tobacco) di Provinsi Jambi, terutama di tiga daerah penghasil, seperti Kabupaten Merangin, Kota Sungai Penuh, dan Read more

Jejak Yap Kay Tjay, Pemburu Tembakau Asal Tiongkok

Ratusan tahun, penjelajah dari berbagai negara Eropa, Tiongkok, Jepang, Timur Tengah dan lain-lain berebut masuk di daratan nusantara. Mereka tertarik Read more

Tuhan Menciptakan Pohon Tembakau bukan untuk Membunuhmu

"Kalau merokok menyebabkan impotensi, tentu tidak akan ada Megawati," Perokok semakin teruji menjadi orang sabar. Tak pernah marah-marah, karena mungkin Read more

Cukai Rokok Mencekik, Gelombang PHK Mengancam

Isu kenaikan cukai rokok mengguncang industri tembakau dan produk turunannya. Kenaikan cukai ini mencekik para pelaku industri, mengakibatkan PHK mengancam. Read more

Redaksi

About Author

You may also like

Data & Kebijakan

Data Tembakau di Jawa Timur

Tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peranan strategis dalam perekonomian nasional, yakni merupakan sumber pendapatan negara melalui devisa
Data & Kebijakan

Produksi Tembakau di Jawa Timur Terpengaruh Cuaca

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, produksi tembakau di Jawa Timur selama tahun 2010 – 2016 cenderung mengalami penurunan,