FOMO

Pinterest Umumkan Layoff Massal, Hingga Batasi Penggunaan Kantor

THINKWAY.ID – Pinterest mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap kurang dari 15% dari total karyawannya. Perusahaan juga akan mengurangi penggunaan ruang kantor, seiring dengan perluasan adopsi kecerdasan buatan.

Dalam dokumen yang disampaikan ke otoritas pasar modal, Pinterest menyebutkan pemangkasan tersebut ditargetkan selesai pada akhir kuartal ketiga atau pada akhir September. Saham Pinterest ditutup turun lebih dari 9% setelah pengumuman tersebut.

Perusahaan media sosial tersebut mengatakan sedang mengalokasikan ulang sumber daya ke tim yang berfokus pada AI, serta memprioritaskan pengembangan produk dan kemampuan berbasis AI. Pinterest juga menyatakan tengah menata ulang strategi penjualan dan pemasarannya.

Baca  Juga: https://thinkway.id/150-ribu-pekerja-pabrik-rokok-terancam-phk-dampak-rpp-kesehatan-pada-ekosistem-pertembakauan/

Dilansir dari CNBC, Rabu 28 Januari 2026, Pinterest memperkirakan akan mencatat biaya restrukturisasi sebelum pajak sekitar US$ 35 juta hingga US$ 45 juta. Berdasarkan laporan terakhir, Pinterest memiliki lebih dari 4.500 karyawan secara global per April tahun lalu.

Pinterest selama ini berupaya menyuntikkan teknologi AI ke seluruh platformnya untuk menampilkan konten yang lebih personal dan relevan bagi pengguna. Pada Oktober tahun lalu, perusahaan meluncurkan alat belanja bernama Pinterest Assistant.

Baca Juga: https://thinkway.id/perppu-cipta-kerja-aturan-baru-terkait-cuti-upah-dan-phk-yang-wajib-kaum-pekerja-ketahui/

Di saat yang sama, Pinterest juga meluncurkan berbagai alat iklan yang lebih otomatis bagi para pemasar, di tengah meningkatnya persaingan dari TikTok serta Facebook dan Instagram milik Meta.

Pinterest bukan satu-satunya perusahaan yang melakukan perampingan sambil berinvestasi di AI. Menurut firma konsultan Challenger, Gray & Christmas, AI disebut sebagai alasan di balik hampir 55.000 pemutusan hubungan kerja di Amerika Serikat sepanjang tahun lalu.

Namun, sejumlah pakar mempertanyakan apakah AI benar-benar menjadi penyebab utama pemangkasan tenaga kerja tersebut. Mereka menilai beberapa perusahaan kemungkinan melakukan ‘AI-washing’, yakni menjadikan AI sebagai alasan untuk menutupi langkah efisiensi biaya atau masalah lain dalam bisnis mereka.

 

Related Posts
Curhatan Para Buruh Kretek untuk Presiden

Kalau rokok membunuhmu, mestinya gula juga membunuhmu. Karena gula juga menyebabkan diabetes. Seorang buruh bernama Nuryanti, 34, warga Jambearum, Patebon, Read more

Kenaikan Cukai Rokok Berimbas ke PHK

Pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran 35 persen. Kenaikan tersebut berlaku mulai 1 Januari Read more

Cukai Rokok Naik, 4.000 Tenaga Kerja Dipangkas

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan kenaikan tarif cukai rokok tahun depan bakal memangkas 1,3 persen tenaga kerja atau sekitar 4.000 orang. Sebelumnya, kenaikan rata-rata tarif cukai sebesar Read more

3 Resolusi Tahun Baru yang Paling Sering Dibuat Tapi Nggak Pernah Tercapai

Faktanya, banyak orang yang membuat resolusinya doang tanpa bekerja keras agar resolusinya tercapai.

Redaksi

About Author

You may also like

FOMO

3 Resolusi Tahun Baru yang Paling Sering Dibuat Tapi Nggak Pernah Tercapai

Faktanya, banyak orang yang membuat resolusinya doang tanpa bekerja keras agar resolusinya tercapai.
FOMO

Tiga Jenis Tembakau Paling Dicari

Indonesia merupakan negeri tembakau karena banyaknya varietas yang ada serta tradisi menanamnya yang sudah lama dilakukan.