THINKWAY.ID – Minum kopi tak hanya bisa menahan kantuk, tapi juga berpengaruh pada kesehatan usus dan penceraan. Ini efeknya!
Kopi menjadi minuman favorit banyak orang untuk dinikmati sepanjang hari. Efek menyegarkannya membuat kopi sulit dilewatkan.
Namun di balik kenikmatannya, konsumsi kopi ternyata memberi pengaruh langsung pada tubuh. Mulai dari pencernaan, kesehatan usus, hingga kualitas tidur bisa terdampak oleh kebiasaan minum kopi.
Lantas, apakah minum kopi setiap hari aman untuk tubuh? Dilansir dari Dagens.com, ternyata ada beberapa efek dari kopi yang memengaruhi usus dan pencernaan.
1. Merangsang Kontraksi Otot
Salah satu efek kopi adalah merangsang pencernaan. Kafein dalam kopi merangsang kontraksi otot di sepanjang saluran pencernaan yang dikenal sebagai motilitas usus.
Kontraksi ini membantu makanan bergerak lebih cepat melalui sistem pencernaan. Bagi sebagian orang dapat memudahkan buang air besar dan mengurangi rasa kembung setelah makan.
Secara ilmiah, mekanisme ini juga memicu hormon pencernaan seperti gastrin dan cholecystokinin (CCK) yang merangsang produksi asam lambung dan kontraksi usus. Bagi orang dengan kondisi seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sensitivitas usus, justru dapat menyebabkan diare.
2. Khasiat Kopi untuk Usus
Selain sekadar menggerakkan usus, kopi juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mikrobiota usus. Kopi kaya akan polifenol, senyawa antioksidan yang dapat berfungsi sebagai prebiotik
Studi menunjukkan bahwa konsumen kopi reguler sering memiliki keragaman mikrobiota yang lebih tinggi. Terutama meningkatnya bakteri seperti Bifidobacterium, yang berkontribusi pada pencernaan dan kesehatan usus yang lebih baik.
Moderasi konsumsi kopi juga berasosiasi dengan potensi penurunan risiko beberapa kondisi kesehatan usus. Namun, penting dicatat bahwa efek protektif ini perlu diimbangi dengan konsumsi moderat dan pola hidup sehat secara keseluruhan.
3. Risiko Terhadap Saluran Pencernaan
Kopi bersifat asam dan dapat memicu produksi asam lambung yang lebih tinggi. Peningkatan asam lambung, apalagi dikombinasikan dengan relaksasi sfingter esofagus bawah (otot yang mencegah isi lambung naik ke kerongkongan), dapat meningkatkan risiko heartburn dan gastroesophageal reflux disease (GERD).
Kafein juga dapat memengaruhi penyerapan mineral seperti besi dan kalsium. Terutama jika dikonsumsi berdekatan dengan makanan atau suplemen mineral.
Selain itu, beberapa orang bisa saja mengalami kram, diare, atau perut tidak nyaman setelah minum kopi. Terutama jika diminum saat perut kosong, karena stimulasi kuat pada otot usus.
4. Efek Kopi dan Kualitas Tidur
Kopi tidak hanya berdampak pada pencernaan. Salah satu pengaruh yang sering dilupakan adalah efeknya terhadap kualitas tidur.
Kafein memiliki masa paruh biologis yang panjang, sekitar 5-12 jam tergantung individu. Artinya, kopi yang diminum di sore hari bisa tetap aktif di sistem tubuh hingga larut malam, menghambat kemampuan untuk tertidur atau mengurangi kualitas tidur nyenyak.
Gangguan tidur tidak hanya menyebabkan kantuk dan produktivitas menurun di hari berikutnya dan juga menimbulkan siklus negatif yang mungkin berkepanjangan. Siklus ini berpotensi mempengaruhi keseimbangan hormon, mood, dan pencernaan.
Baca Juga: https://thinkway.id/waktu-yang-tepat-minum-kopi-saat-menjalankan-ibadah-puasa/
Baca Juga: https://thinkway.id/kopi-vs-teh-kamu-tim-mana/

