Potret Tradisi

Terungkap Alasan Warung Nasi Padang Tertua di Singpura Tutup, Netizen Beri Dukungan

THINKWAY.ID – Warong Nasi Pariaman di Singapura mendadak menjadi ‘buah bibir’ pasalnya warung legendaris yang berdiri sejak 1948 yang berlokasi di Ruko 738 North Bridge Road, dekat Masjid Sultan ini merupakan warisan kuliner yang menyimpan momen dan kenanangan bagi masyarakat ini mengumumkan penutupannya pada 31 Januari 2026 mendatang.

Salah satu pemilik, Abdul Munaf Isrin, juga menolak menjelaskan penyebab penutupan saat diwawancarai Berita Harian pada tanggal yang sama. Meski demikian, sebelumnya CNA melaporkan adanya lonjakan harga sewa di kawasan Kampong Gelam dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa unit ruko dilaporkan mengalami kenaikan sewa dari sekitar 3.000 dollar Singapura (sekitar Rp 39 juta) menjadi hampir 10.000 dollar Singapura (sekitar Rp 132 juta) demikian dikutip, kompas.com, Rabu 28 Januari 2026.

Perhatian dari Pemerintah Singapura Penutupan Warong Nasi Pariaman turut menarik perhatian pejabat pemerintah. Dalam unggahan Facebook terpisah pada 21 Januari, Menteri Negara Urusan Muslim yang juga menjabat sebagai Associate Professor, Faishal Ibrahim, mengungkapkan bahwa ia mengunjungi keluarga pemilik restoran pada 20 Januari. Ia mengatakan, telah meminta “rekan-rekan di berbagai lembaga pemerintah untuk terhubung dengan para pemilik guna memahami hal apa yang mungkin dapat membantu saat mereka merencanakan langkah berikutnya”. Faishal juga menyoroti besarnya makna Warong Nasi Pariaman bagi masyarakat Singapura.

Baca Juga : https://thinkway.id/menteri-luar-negeri-ri-hidup-ngontrak-tak-mampu-beli-rumah/

“Nilai dari kedai-kedai seperti Pariaman sungguh tak ternilai dalam masyarakat kita,” ujarnya. “Saya menyampaikan kepada keluarga bahwa saya berharap mereka tahu bahwa mereka sangat dihargai, dan bahwa makanan mereka telah menjadi bagian dari banyak momen makan bersama dan kenangan warga Singapura selama bertahun-tahun.” Warisan kuliner sejak 1948 Warong Nasi Pariaman berlokasi di ruko 738 North Bridge Road, dekat Masjid Sultan. Restoran ini telah beroperasi sejak 1948 dan dikelola lintas generasi dalam satu keluarga.

Sampaikan Permintaan Maaf

Warong Nasi Pariaman, rumah makan nasi Padang legendaris di kawasan Kampong Gelam, Singapura, menyampaikan permintaan maaf atas pengumuman penutupan mendadak mereka. Dalam pernyataan di media sosial, pihak restoran menyebut keputusan itu sebagai sesuatu yang sangat berat untuk diambil. Mereka juga berterima kasih kepada para pelanggan yang telah setia mendukung selama bertahun-tahun.

Warisan kuliner sejak 1948 Warong Nasi Pariaman berlokasi di ruko 738 North Bridge Road, dekat Masjid Sultan. Restoran ini telah beroperasi sejak 1948 dan dikelola lintas generasi dalam satu keluarga.

Permintaan maaf dan ucapan terima kasih Dalam unggahan Facebook pada Rabu (21/1/2026), Warong Nasi Pariaman menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pelanggannya.

Baca Juga: https://thinkway.id/frustasi-dan-mau-pindah-negara-ini-alternatif-negara-tujuanmu/#google_vignette

Mereka menyebut dukungan yang diberikan selama ini sebagai sesuatu yang tak tergantikan.

“Kami berterima kasih atas dukungan dan kesetiaan Anda selama bertahun-tahun,” tulis pihak restoran.

Mereka juga secara khusus meminta maaf atas pengumuman yang terkesan mendadak. “Kami meminta maaf atas pengumuman yang mendadak ini dan dengan hormat memohon pengertian Anda, karena ini merupakan keputusan yang sangat sulit bagi kami,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebagai dampak dari situasi ini, restoran juga mengumumkan tidak lagi menerima reservasi meja. Pelayanan makanan dilakukan berdasarkan urutan kedatangan pelanggan.Adapun penutupan permanen dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari mendatang.

Related Posts
Main Layangan, Cara Petani Tembakau Minta Hujan

Warga Desa Kotanyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, ramai-ramai lomba bermain layang-layang raksasa. Permainan layang-layang raksasa ini diberi nama Toancak. Tradisi ini Read more

Dinas Perkebunan Jambi Lirik Potensi Tembakau Rakyat

Potensi komoditi perkebunan tembakau (tobacco) di Provinsi Jambi, terutama di tiga daerah penghasil, seperti Kabupaten Merangin, Kota Sungai Penuh, dan Read more

Jejak Yap Kay Tjay, Pemburu Tembakau Asal Tiongkok

Ratusan tahun, penjelajah dari berbagai negara Eropa, Tiongkok, Jepang, Timur Tengah dan lain-lain berebut masuk di daratan nusantara. Mereka tertarik Read more

Kartunis 30 Negara Bakal Unjuk Gigi di Wisma Perdamaian

Semarang akan menjadi tuan rumah pameran kartun internasional bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017". Pameran ini merupakan agenda kerjasama Gold Read more

Redaksi

About Author

You may also like

Tradisi

Main Layangan, Cara Petani Tembakau Minta Hujan

Warga Desa Kotanyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, ramai-ramai lomba bermain layang-layang raksasa. Permainan layang-layang raksasa ini diberi nama Toancak.  Tradisi
Potret

Dinas Perkebunan Jambi Lirik Potensi Tembakau Rakyat

Potensi komoditi perkebunan tembakau (tobacco) di Provinsi Jambi, terutama di tiga daerah penghasil, seperti Kabupaten Merangin, Kota Sungai Penuh, dan