THINKWAY.ID – Pekebunan tembakau di Indonesia tidak hanya menawarkan ketahanan ekonomi bagi petani. Pekebunan tembakau saat musim tanam dan mendekati panen menawarkan pemandangan yang menarik. Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) misalnya menjadi daerah yang memiliki objek wisata dengan pemandangan sejuk. Salah satunya adalah di Candi Sari, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo.
Di Kawasan wisata itu, pengunjung dapat menikmati kesejukan dan keindahan hamparan hijau tanaman tembakau. Pada Maret hingga September, tembakau akan menjadi tanaman yang menjadi andalan perkebunan di wilayah Cepogo, termasuk di Gedangan, seperti dilansir espos.id, Rabu (11/2).
Hampir di setiap kebun yang ada di sepanjang jalur menuju Candi Sari, atau di kebun-kebun lain yang ada di Desa Gedangan, akan terlihat tanaman berdaun lebar, bahan baku pembuatan rokok tersebut.
Jika berkunjung di kawasan wisata di Boyolali tersebut pada masa panen tembakau, Anda akan bisa menyaksikan pemandangan aktivitas petani tembakau dalam mengolah hasil bumi mereka.
Tugu Tembakau

Bahkan untuk menguatkan wilayah lereng Merapi-Merbabu sebagai penghasil tembakau, di wilayah Cepogo juga berdiri tugu tembakau. Letaknya ada di tepi jalan utama Boyolali-Selo, tepatnya di Dukuh Candi Petak, Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Dari tugu tembakau itu, juga bisa disaksikan hamparan tembakau yang ditanam di bukit-bukit saat masa tanam.
Pada Maret-September, tembakau menjadi tanaman andalan di wilayah Cepogo. Sebab saat musim kemarau, hanya tanaman tembakau yang dinilai bisa bertahan hidup. Sedangkan saat tanaman tembakau sudah dipanen, petani akan menanam tanaman lain, yakni bawang merah.
“Setelah September, nanti mulai bawang merah. Bawang merah itu November tanam, 75 hari akan panen. Setelah itu selang satu bulan tanam lagi. Setelah panen kedua langsung tembakau,” kata petani tembakau lain, Sutar.
Saat itu Sutar sesang memberi obat pada pangkal batang daun tembakaunya. Satu per satu pangkal batang daun tembakau dia kucuri dengan cairan khusus. Tujuannya agar tidak tumbuh daun-daun kecil yang akan mengurangi kualitas daun utama tembakau.
Meski belum memasuki masa panen secara keseluruhan, pemandangan para petani menjemur daun tembakau di kanan kiri menuju kawasan wisata Candi Sari Boyolali juga sudah tampak.
Daun yang dijemur adalah daun yang paling bawah. Cara penjemurannya tidak dengan dirajang dulu, namun dijemur satu daun utuh atau dikenal dengan istilah didendeng.
Di depan rumah warga, dibuat perancah dari bambu, untuk mengaitkan daun-daun tembakau yang didendeng tersebut.