Thinkway Logo
5 Keistimewaan Srinthil, Tembakau Terbaik dari Temanggung

5 Keistimewaan Srinthil, Tembakau Terbaik dari Temanggung

THINKWAY.ID – Srinthil, tembakau kualitas super yang hanya “muncul” di Temanggung, Jawa Tengah, barangkali reputasinya mentereng karena harganya selangit. Harga ini biasanya berbanding lurus sesuai grade masing-masing Srinthil tersebut.

Reputasi Srinthil juga unik, karena ia hanya bisa muncul di daerah Temanggung. Itupun, tak di semua wilayah. Ia hanya bisa dihasilkan pada beberapa wilayah spesifik, misalnya Legoksari, Losari, Pagergunung, Pagersari, Tlilir, Wonosari, Bansari, Wonotirto, Banaran, Gandu, Gedegan dan Kemloko.

Yang bikin istimewa adalah kadar nikotin pada tembakau Srinthil, sekira bervariasi antara 5,05%–7,58%. Ini membuatnya dikategorikan sebagai tembakau lauk, karena hanya butuh sedikit saja Srinthil dalam sebatang kretek, maka rasanya sudah istimewa.

Di luar teknik budidaya dan ketelatenan petani, fenomena Srinthil uniknya hanya mampu muncul dari hasil tembakau yang dihasilkan di daerah dengan ketinggian di atas 800 mdpl (meter di atas permukaan laut). Namun demikian, tak semua tempat pada ketinggian itu serta-merta dapat menghasilkan Srinthil. Pada lahan yang sama di masa panen berbeda, bisa jadi pada suatu momen tertentu menghasilkan Srinthil, tetapi pada momen lain ternyata tidak.

Grade Srinthil kategori tinggi hanya akan terjadi bila cuaca selama musim tanam tembakau sangat kering. Itupun hanya muncul dari jenis varitas tembakau lokal Kemloko, Kemloko 1 dan Kemloko 2.

Setelah daun tembakau dipetik dan digulung rapi, sebelum dirajang, dilakukan proses peram. Pemeraman bertujuan mengubah warna daun dari hijau menjadi kuning sampai coklat. Muncul puthur kuning saat diperam. Puthur kuning merupakan semacam mikro organisme berwarna kuning, mengeluarkan cairan dan aroma mirip alkohol.

Daun yang berpotensi menjadi Srinthil mulai diketahui setelah diperam lima hari. Daun itu berubah warna menjadi coklat kehitaman. Pemeraman akan diteruskan jika muncul tanda-bahwa menjadi Srinthil. Daun tembakau yang diperam itu tak akan busuk, bila dirajang (dipotong) tidak menghasilkan struktur seperti serat tetapi menjadi hancur menggumpal, dan bila telah kering berwarna coklat kehitaman sampai hitam cerah dan mengkilat. Warna Srinthil yang cenderung gelap, menandakan tingginya kadar nikotin pada tembakau tersebut.

Di dusun Lamuk Legok, Temanggung, terdapat beberapa jenis tembakau Srithil dengan sebutan unik. Penamaan tersebut merujuk pada pengasosiasian masyarakat atas ciri-ciri tembakau dengan benda-benda yang ditemukan petani sehari-hari.

Berikut 5 jenis tembakau Srinthil yang terdapat di Lamuk Legok, Legoksari, Temanggung:

Srinthil Ajer

Srinthil Ajer punya ciri-ciri hitam pekat, dengan daun dan batang daun yang ajer (lumer, meleleh) saat pemeraman, sehingga seratnya hampir tak terlihat. Karena ciri-ciri tersebut, Srinthil Ajer diasosiasikan dengan mirip semacam lelehan aspal yang hitam pekat dan kental. Srinthil Ajer beraroma arum legi, mirip aroma buah nangka atau salak.

Srinthil Ngelar Kumbang

Ciri-ciri utama Srinthil jenis ini yakni warna hitam yang memantulkan sinar kebiruan saat terkena cahaya. Penamaan ini mirip sinar kebiruan yang dipantulkan, menyerupai warna biru mengkilap pada bulu kumbang. Ngelar Kumbang juga beraroma semacam nangka atau salak.

Srinthil Nyambel Iler

Nyambel Iler juga punya ciri hitam pekat dan meleleh seperti tekstur aspal. Kandungan nikotinnya juga lumayan tinggi, sekira 6,97 persen. Karena sangat lumer, serat yang tersisa pada Srinthil jenis ini hanya sekitar 10 persen. Saat Nyambel Iler dijemur dan terlihat dari kejauhan, tampak semacam fatamorgana di atasnya, mirip fatamorgana yang muncul pada aspal yang terpapar panas. Ilusi visual tersebut dihasilkan oleh nikotin yang diterpa udara panas saat penjemuran.

Srinthil Nawon Madu

Diberi nama Nawon Madu, karena Srinthil jenis ini punya warna menyerupai warna perut lebah madu. Serat tembakaunya berwarna jingga kehitaman atau kuning kemerahan. Perpaduan kedua warna tersebut tampak seperti warna pada perut lebah madu. Kandungan serat pada Nawon Madu hanya tersisa 30 persen. Aromanya wangi mirip bunga Melati.

Srintil Abang atau Srintil Mbrambang

Srinthil jenis ini sebenarnya adalah turunan dari Srinthil Nawon Madu, disebut berbeda karena perbedaan warnanya yang justru abang (merah), didasarkan pada warna kemerahan yang muncul saat dijemur. Sebagian petani juga ada yang menyebutnya dengan Srinthil Mbrambang, karena menyerupai warna pada bawang merah (brambang). Aroma Srinthil Abang masih mirip dengan bunga Melati.

Rujukan: Srinthil – Pusaka Saujana Lereng Sumbing (Eka Laily: PUSTAKA INDONESIA, 2016)

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.