Lima seniman Bandung menggelar pameran karya seninya lewat The Art Exhibition of Indonesia Contemporary Artist Collective yang bertajuk #2019tetap[Absolute].

Lima seniman tersebut adalah Ahmad Faisal Imron, Arman Jamparing, Isa Perkasa, Nandanggawe, Rudi st Darma. Mereka berpameran di Galeri Cibutak, Jalan Raya Pacet no 325 Cibutak KM 10 Ciparay, Kabupaten Bandung, sampai 3 Februari 2019 mendatang.

Dalam tulisan kuratorialnya, Arip Senjaya, mengatakan lima seniman tersebut bukan hanya memamerkan karyanya, tetapi juga melontarkan kritik lewat karyanya itu. Kritik ditujukan pada seniman dan karya seni itu sendiri.

“Seni adalah produk sosial yang tidak pernah mengalami defisit, terlebih di zaman teknologi aplikasi digital. Setiap orang adalah seniman yang menciptakan aneka teks rekayasa kapan saja dia mau. Yang defisit adalah kritik,” tulis Arip Senjaya.

Karya pada The Art Exhibition of Indonesia Contemporary Artist Collective yang bertajuk #2019tetap[Absolute].

Dan pameran “[absolute]”, sambung dosen sastra dan filsafat Untirta Banten tersebut, “tidak hanya kritik pada kehidupan kesenimanan kita yang serba narsis, tetapi juga pada seni status-quo yang telah tumbuh sebelum modernisme dan abad informasi tumbuh.”

Penasaran dengan pameran tersebut? Silakan tengok ke galeri Cibutak. Bagi pengunjung yang ingin menengok pameran, bisa datang sebelum penutupan pameran 3 Februari mendatang. Pameran terbuka bagi umum antara pukul 10.00 WIB – 20.00 WIB.

Art Management Anton Susanto mengatakan, lima seniman tersebut berpameran di galeri yang nyaman dan instagramable. Karya-karya seni rupa kontemporer mereka dipajang di galeri yang menarik bagi pecinta seni maupun wisatawan.

“Ada resto kafe dan perpustakaan yang instagramable di antara pemandangan sawah dan sungai,” kata Anton Susanto.Anton yang juga Art Gallery Organized pada pameran tersebut menambahkan, pameran sudah dibuka Sabtu (26/1/2019) pukul 19.00 WIB. [Iman]