Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo mengajak para petani tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo untuk senantiasa meningkatkan kualitas daun tembakaunya. Oleh karenanya, pembinaan terhadap petani dalam rangka sosialisasi intensifikasi tembakau terus dilakukan terhadap 7 kecamatan potensi tembakau di Kabupaten Probolinggo.

Tahun ini pembinaan terhadap petani tembakau dilakukan pada tiga lokasi meliputi Kantor BPP Kecamatan Paiton diikuti peserta dari Kecamatan Paiton dan Kotaanyar, Kantor BPP Kraksaan diikuti peserta dari Kecamatan Kraksaan dan Krejengan dan Kantor BPP Pakuniran diikuti peserta dari Kecamatan Pakuniran dan Besuk.

Setiap lokasi diikuti oleh 120 orang peserta dari 2 (dua) kecamatan yang terdiri dari unsur PPL, Kepala Desa (Kades), Ketua Kelompok Tani dan anggota Kelompok Tani. Para peserta merupakan calon penerima bantuan sarana produksi berupa pupuk, sucker control dan bio pestisida (nematida, bakterisida dan fungisida).

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono melalui Kepala Bidang Perkebunan Nurul Komaril Asri mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para petani tembakau terkait dengan intensifikasi tembakau untuk meningkatkan kualitas daun tembakau.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh para petani adalah melalui pemupukan yang benar untuk proses pertumbuhan. Disamping itu juga sucker control berupa mematikan ketiak daun agar kualitas daunnya tebal pada saat pasca panen akan lebih baik,” katanya, Kamis (25/4/2019).

Menurut Nurul, untuk meningkatkan produktivitas tembakau bisa dilakukan dengan penggunaan bio pestisida sebagai pengendalian hama secara biologis. “Tembakau ini merupakan bagian dari konsumsi dari masyarakat. Oleh karena itu, kandungan kimianya harus ditekan semaksimal mungkin. Pengendalian hama tidak menggunakan pestisida kimia sehingga tidak ada residu di kemudian hari,” jelasnya.

Nurul berharap agar bantuan yang nantinya akan diberikan kepada para petani tembakau ini bisa digunakan sesuai dengan standart dan peruntukannya demi meningkatkan produktivitas maupun kualitas tembakau.

“Jika produktivitas dan kualitasnya bagus, maka harga tembakau akan tinggi. Kalau harganya sudah tinggi maka pendapatan dan kesejahteraan petani tembakau di Kabupaten Probolinggo akan semakin meningkat,” terangnya.***

Sumber: Kumparan