Para petani di Kabupaten Kendal kini tengah memanen tanaman tembakaunya. Kabar baik itu justru berbarengan dengan rendahnya harga tembakau. Harga tersebut tak sesuai dengan biaya perawatannya.

Sebagaimana dilansir Ayosemarang.com, saat ini harga tembakau dengan kualitas rendah dihargai Rp6.000 per kilogram sedangkan tembakau berkualitas tinggi Rp25.000 per kilogramnya.

Harga tersebut turun hingga 60% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pabrik rokok yang besar tidak membeli tembakau dari petani langsung, tetapi dari para tengkulak. Harga tembakau dari petani pun hancur. Padahal kualitas tembakau hasil panen kali ini bagus.

“Namun malah tidak laku, sehingga petani banyak yang merugi. Petani hanya pasrah kalau tidak dipetik jadi rusak dan jika dipetik tidak dapat untung,” kata Azari petani tembakau.

Dikatakan, untuk biaya petik hingga merajang dan beli keranjang lebih dari Rp10.000 namun petani menjual Rp6.000.

“Dibanding dengan tahun lalu harga tembakau bisa mencapai Rp43.000 per kilogram bahkan lebih, sedangkan untuk tembakau yang kualitas rendah masih laku Rp15.000,” imbuhnya.

Azari berharap pemerintah bisa membantu petani tembakau disaat harga tembakau terpuruk. Sebab para petani ini sudah terbiasa menanam tambakau, kalau mau ganti tanaman lain seperti jagung atau lainnya kurang diminati.

Sumber: Ayosemarang.com