Timun suri merupakan salah satu buah yang laris manis saat bulan Ramadan. Selain sebagai minuman pelepas dahaga, timun suri dipercaya dapat menjaga kesehatan selama berpuasa.

Daging buah musiman tersebut menjadi komponen minuman penyegar untuk berbuka puasa. Karena banyak warga yang berburu buah tersebut hingga ke lahan pertanian.

Meningkatnya permintaan buah ini saat bulan puasa, membuat para petani di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, banyak yang menanam sejak bulan Rajab dan dipanen ketika pada bulan Ramadan.

Satu di antaranya Petani di Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, Batang, Karyo yang sebelumnya menanam padi beralih untuk bertanam timun suri sebelum bulan Ramadan.

“Untuk masa tanam sampai siap panen biasanya saat tanaman berusia 130 hari, jadi sebelumnya dipaskan panen saat awal sampai akhir ramadhan karena permintaan yang cukup banyak,” tutur Petani di Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, Batang Karyo, Jumat 16 April 2021.

Dalam sekali panen, Karyo bisa mendapatkan setengah kwintal timun suri dengan luas lahan 3 hektare.

Hasil panen biasanya ia jual kepada para pengepul yang akan dipasarkan di Pemalang, Pekalongan, dan sekitar Batang.

“Saya biasanya panen sehari dua kali, pagi dan sore kemudian nanti sudah ada yang mengambil untuk dijual di pasar,” ujarnya.

Untuk harga pasar timun suri di petani Rp5 ribu hingga Rp 15 ribu bergantung besar kecil ukuran. (Muslihun)