Bandung kini punya mall tematik yang khusus menyediakan handicraft alias kerajinan. Mall ini diharapkan menjadi wadah berkumpulnya para perajin sekaligus destinasi wisata baru khususnya bagi para pemburu handicraft.

Mall yang dinamai Rupa Rupi Handycraft Market berlokasi di Jalan Ahmad Yani 837-843 Bandung. Mall ini diresmikan diresmikan Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil, Kamis lalu.

Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Jawa Barat (Jabar), Hedy Yamasari mengatakan, mall tersebut memiliki 369 tenant, saat ini sekitar 290 sampai 300 tenant sudah terisi.

Tenant-tenant tersebut diisi oleh para pengrajin yang mendukung bahan baku dan bahan jadi kerajinan, yang juga menaungi para UKM di Jabar.

“Mall tematik ini merupakan embrio dari usaha kita semua. Maka sesuai niat kami, berawal dari mall tematik ini kami bisa berangkat bersama-sama menembus pasar global,” kata Hedy.

“Alhamdulillah sekitar 290 sampai 300 tenant sudah terisi. Mudah-mudahan kami bisa terus mengembangkan handicraft yang ada di Jawa Barat,” harapnya.

Selain proses berniaga, di mall ini juga akan sering diadakan workshop atau pelatihan yang berkaitan dengan skill membuat handicraft. Di samping itu, di sini para perajin akan dibekali ilmu pemasaran bisnis ataupun pembekalan-pembekalan lainnya yang terkait dengan kerajinan.

Sementara Atalia mengatakan, diresmikannya mall tematik diharapkan turut mendukung pariwisata Jawa Barat khususnya Bandung. “Karena ternyata yang dihadirkan juga terkait dengan sumber bahan baku yang dapat mendukung produk kerajinan, jadi yang dijual bukan hanya barang jadi saja,” kata Atalia, di sela Grand Opening Rupa Rupi Handicraft Market Bandung.

Menurut Atalia, kehadiran mall tematik ini dapat mempermudah penggemar handicraft saat akan hunting barang. Karena biasanya ketika mereka ingin belanja harus menunggu event exhibition atau pameran, sehingga tentu ini lebih praktis dan dapat menghemat waktu.

“Jadi ini adalah mimpi kita bersama, setelah sekian lama melaksanakan kegiatan selalu terkait dengan exhibition atau pameran untuk mendorong pelaku usaha di Jawa Barat. Tapi sekarang hadir one stop shopping mall yang menyediakan semua kebutuhan yang berhubungan dengan fashion,” tambahnya.

Terkait dengan adanya gedung Dekranasda Jabar yang juga menyediakan dan menjual bermacam kerajian khas Jawa Barat, Atalia mengatakan tidak menjadi masalah karena menurutnya apa yang ada di Ruang Pamer Dekranasda Jabar hanyalah perwakilan dari pengrajin dari 27 Kabupaten/Kota, berbeda dengan di mall ini yang semua pengrajin bisa ikut serta.

“Tidak masalah, karena kita membutuhkan wadah bersama. Disini pengrajin bisa kita dorong dan dukung bersama-sama jadi kedepan proses promosi kerajinan Jawa Barat akan lebih mudah lagi,” ucap Atalia. [Iman]