Sahat Manihar Sitanggang (32) penduduk Desa Silalahi 3, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, mencoba mengembangkan tanaman tembakau di wilayah itu. Petani tersebut mengaku sudah dua kali membudidayakan tembakau di kawasan Danau Toba pantai Silalahi dan Paoropo.

Dari pertanaman pertama lanjut Sahat, hasil diperoleh lumayan bagus. Dan saat ini masuk ke pertanaman kedua dia menanam 4.800 batang. Dijelaskan, sebelumnya dia membudidayakan bawang merah. Tetapi karena belakangan harga bawang anjlok petani itu coba beralih tanam tembakau.

Bila dibandingkan tanam bawang merah, budidaya tembakau lebih menjanjikan. Sebab, dari segi perawatan lebih mudah. Sementara jangka panen sama yakni tiga bulan. Sumber menyebut, harga tembakau di tingkat petani sebesar Rp 31.000 per kilogram (kg). Sementara harga bawang baru naik menjadi Rp 13.000/kg dari setelah sebelumnya sempat anjlok di level Rp 5.000/kg.

Sahat Sitanggang didampingi istri boru Pasaribu menuturkan, dia terdorong menaman tembakau karena harga bawang merah yang terus merosot. Sementara harga bibit bawang mahal sehingga untuk saat ini sudah lebih nyaman mengembangkan tembakau karena harga bisa tetap stabil.

Sementara harga bawang merah kadang anjlok. Sehingga kata Sahat, petani ada pilihan komoditas untuk dikembangkan selain bawang merah. Ditambahkan sumber, pertanaman tembakau tetap dipantau salahsatu pihak perusahaan rokok. 

Dari penelitian mereka, kualitas tembakau yang dikembangkan di Silalahi lebih bagus dibanding tembakau dikembangkan petani di Kecamatan Sumbul. Daun tembakau Silalahi lebih tebal. Diakui baru dia satu-satunya di kawasan pariwisata Danau Toba Silalahi dan Paropo menanam tembakau.***

Sumber: MedanBisnis