KABAR pemerintah yang akan melakukan penelitian untuk mengembangkan produk tembakau disambut baik di kalangan vaper. Diversifikasi produk tembakau diyakini akan meningkatkan nilai tambah bagi petani tembakau.

Hasil panen yang melimpah menjadi angin sejuk bagi penikmat rokok dalam bentuk turunan yang lain. Tak dipungkiri, selama ini bahan baku cairan rokok elektrik ini masih dikirim dari luar negeri.

Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia, Aryo Andrianto mengatakan, salah satu produk turunan tembakau yang dihasilkan melalui proses ekstraksi tanaman tembakau adalah nikotin cair yang diperlukan pelaku industri rokok elektrik sebagai bahan baku pembuatan cairan rokok elektrik atau liquid vape.

“Dengan tanaman tembakau yang cukup melimpah di Indonesia, kami menyambut baik kemungkinan untuk mendapatkan bahan baku berkualitas dari dalam negeri di masa mendatang,” kata Aryo dalam keterangannya, Selasa (4/8/2020).

Di Indonesia, sebetulnya sudah ada perusahaan yang mulai melakukan ekstraksi tembakau untuk menghasilkan nikotin cair.

Namun pengembangan industri ekstraksi ini masih bergantung pada peralatan dan kapasitas produksi yang dimiliki. Bukan hal baru, untuk memproduksi nikotin cair, dibutuhkan modal yang tidak sedikit.

Di kesempatan terpisah Ketua Penasihat Asosiasi Vapers Indonesia (AVI) Dimasz Jeremia mengatakan pengembangan nikotin cair melalui ekstraksi tembakau membutuhkan investasi yang besar.

Sebab, keseluruhan proses produksi harus benar-benar dikontrol untuk memastikan tidak ada limbah berbahaya. Jika tidak, nikotin bisa berubah menjadi racun.

Itu sebabnya, pemerintah diharapkan dapat menyikapi secara serius potensi ekstraksi tembakau lokal untuk memproduksi nikotin cair yang berkualitas, karena akan menciptakan multiplier efek bagi seluruh bagian dari industri hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL), termasuk bagi petani tembakau.

“Selain industri HPTL ikut berkembang, produksi nikotin cair dari ekstraksi tembakau lokal akan membantu memberikan pendapatan tambahan bagi petani,” kata Dimasz.

Sebelumnya, Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Hendratmojo Bagus Hundoro mengungkap, tanaman tembakau dapat diolah dan menghasilkan berbagai macam produk turunan selain rokok.

Bagus menegaskan, Kementerian Pertanian mendorong upaya pengembangan ekstraksi tembakau sebagai diversifikasi produk tembakau.

Saat ini, Kementerian Pertanian memiliki Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk melakukan kajian terkait ekstraksi tembakau.

Menurut Bagus, diversifikasi melalui ekstraksi tembakau ini merupakan alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan produk tembakau yang pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi hasil panen para petani secara menyeluruh.

(sumber: Kontan.co.id)