Perjalanan band balada Rozensky membentang cukup panjang. Sempat gonta-ganti nama band dan personel sebelum akhirnya menelurkan album yang proses pembuatannya memakan waktu hampir 9 tahun.

Kepada Thinkway.id, Ovick Rozensky menuturkan bagaimana awal bandnya mulai terbentuk tahun 2009, yang terlahir dari keresahaan akan kondisi ketidakadilan hidup.

Sejak awal, musik yang diadopsi Rozensky bergenre balada. Karya-karya Rozensky tercipta dari fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-sehari seperti cinta, kasih sayang dibalut dengan keresahan hidup, kemanusian, dan alam semesta.

“Musik dan lirik Rozensky sebagai bagian dari percikan yang mungkin membuat pendengar sadar bahwa masih ada yang harus terus diperhatikan dan diingatkan terutama tentang kondisi alam semesta dan kemanusiaan yang sangat memprihatinkan,” terang Ovick Rozensky, Rabu (30/1/2019).

Saat ini, Rozensky terdiri dari dua gitaris, yakni Ovick dan Andriana “Btoth”. Band ini baru saja melahirkan album pertama. Nama albumnya ‘Kembali ke Selatan’ yang terdiri dari 11 lagu.

Selain ‘Kembali ke Selatan’, ada single “Aku” yang merupakan bentuk musikalisasi puisi karya Chairil Anwar.

Penjualan album Rozensky dilakukan secara grilya alias indie. Strateginya, album dalam bentuk CD dijual plus 150 gram kopi. Untuk itu, Ovick bekerja sama dengan produsen kopi Bandung selatan. “Selain CD, kami juga berencana akan mengeluarkan kaset pita 100 pcs,” katanya.

Bagi penggemar musik balada, khususnya fans Rozensky, bisa mendapatkan album dari Rozensky langsung.

“Untuk mendapatkan CD, saya akan menjual langsung ke konsumen, menawarkan dengan cara menyanyikan beberapa lagu dari album, konsep tersebut sekalian promo khusus di kedai-kedai kopi,” katanya.

Bisa juga pesan langsung lewat WA 089678666244, Instagram @rozensky.official. Bagi yang ingin mengintip video Rozensky, bisa dilihat di YouTube Rozensky.

Sebelum berduet dengan Andriana “Btoth”, pada awal pendiriannya tahun 2009 lalu, Ovick bermain pada band bernama Gelombang Kosong. Saat itu Ovick sempat mengeluarkan single berjudul “Bermain di Kebun Wortel”. Namun seiring berjalannya waktu, rekan ngeband Ovick di Gelombang Kosong mengundurkan diri.

“Sempat saat itu, tidak ingin melanjutkan proyek musik dan lebih konsen ke kerjaan. Namun jiwa seni dalam diri saya terus bergejolak dan saat itu juga saya memberanikan diri untuk lanjut dengan konsep lagu dan musik yang sama,” katanya.

Ovick lalu mengganti nama bandnya menjadi “Rozensky”, diambil dari nama aktivis perempuan Rossa Rozensky yang berjuang membela kaum perempuan pada masa diktator Uni Soviet, Stalin.

Pada 2017, Rozensky sempat mengajak salah satu personel dari Afternoon Say sebagai gitaris. Saat itu, Rozensky masih dalam proses pembuatan album. Namun lagi-lagi personel Afternoon Say tersebut mengundurkan diri.

“Tahun 2018 alhamdulillah Andriana Betoth mau gabung sama Rozensky,” katanya.

Andriana Betoth merupakan ex basis The Paps. Pada 20 Mei 2018 Rozensky resmi terdiri dari dua gitaris dengan Ovick merangkap vokal. Saat ini, Rozensky sedang mempersiapkan album ke dua. Sebagai bocoran, di album ini Ovick dan Andriana mengolah tema literasi, lirik dan lagunya berusaha mengajak masyarakat untuk membaca buku dan cinta perpustakaan. [Iman]