Andika Ramli (40), warga Jl. Hanoman, Kelurahan Jagabaya 1, Kecamatan Wayhalim, Bandarlampung punya keahlian tersendiri untuk berkreasi sekaligus menghasilkan uang. Ya, sejak 2014 silam Andika telah menekuni bembuatan pipa rokok dari bahan dasar kayu.

Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai keamanan perumahan (Security) tersebut, mulanya menyukai kerajinan pipa rokok dari kayu setelah melihat rekannya yang mempunyai hoby mengoleksi pipa rokok.

Ia yang penasaran pun berusaha mencari tahu cara pembuatan pipa rokok melalui internet dan berusaha membuatnya. “Jadi saya belajar membuat pipa rokok ini secara otodidak, dengan belajar melalui Youtube dan sering latihan,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya.

Awalnya ia menggunakan hasil karyanya secara pribadi. Namun teman-temannya kemudian memintanya untuk membuatkan pipa rokok dari bahan dasar kayu tersebut.

Dari situlah dirinya mulai membuat dan memasarkan produk-produk pipa rokok buatannya tersebut.

“Ya saya memasarkan pipa rokok ini melalui mulut ke mulut, jadi ada yang buat ke saya terus cerita ke temannya, temannya pengen juga lalu mesan ke saya,” tuturnya.

Untuk bahan yang digunakan pada pembuatan pipa rokok tersebut, Andika biasanya menggunakan kayu galih asam, kemuning, setigi laut, kayu aren, ataupun kayu kelapa. Untuk pemesan produk buatannya tidak hanya dari kota Bandarlampung saja, namun juga luar kota, bahkan dari provinsi lain.

“Saya sudah sering kirim pipa rokok ini ke Kepulauan Bangka Belitung juga pulau Jawa, seperti di daerah Jawa Tengah,” ucapnya.

Untuk membuat satu pipa rokok ini sendiri, Andika menuturkan hanya memerlukan waktu satu hari. Mulai dari bonggol, pengeboran, penghalusan, hingga finising. “Saya bikin sesuai pesanan konsumen mau bentuknya seperti apa dan bahan kayunya dari kayu apa,” terangnya.

Harga yang dipatok untuk setiap pipa rokok tersebut bergam. Tergantung bahan baku dan ukuran, dengan kisaran harga Rp150 ribu sampai Rp2 juta. “Kayak kayu Galih Asam itu mahal, sedangkan untuk yang susah dibuat, yaitu Cangkelong atau pipa untuk tembakau,” terangnya.

Hamzah (52) konsumen Andika menuturkan ia telah rutin memesan pipa rokok dari kayu sejak tiga tahun silam dan telah memiliki banyak koleksinya. “Saya dulu pemakai gading gajah karena sudah dilarang saya beralih ke pipa rokok berbahan dasar kayu,” ucapnya di kediaman Andika.

Menurutnya merokok menggunakan pipa dapat mengurangi nikotin yang masuk ke tubuh. “Ya awalnya saya pakai pipa agak gak enak namun secara bertahap akhirnya terbiasa, dan juga berfungsi menyaring nikotin dari rokok,” terangnya.***

Sumber: Radar Lampung