Petani cengkeh meminta Kementerian Per­dagangan (Kemendag) merevisi regulasi terkait impor cengkeh. Aturan yang terbit pada 2015 membuat impor cengkeh kian tak dibatasi sehingga bisa mengancam hasil panen petani dalam negeri.

Sekjen Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI), Ketut Budiman menyebutkan aturan baru itu tentang Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.75 Tahun 2015. Aturan itu mencabut keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 528 Tahun 2002 tentang Ketentuan Impor Cengkeh. “Kami minta dikembalikan ke aturan lama. Atur­an baru ini membuat harga cengkeh lokal jatuh,” tegasnya.

Dijelaskan Budiman, aturan baru itu membuat impor cengkeh bisa dilakukan semua pihak, tanpa terbatas. Pada­hal, sebelumnya hanya dilakukan oleh pabrik. Karena tak impor cengkeh tak terkontrol, harga prdoksi lokal pun ka­lah bersaing.

Sebelumnya, harga cengkeh lokal di kisaran 120-130 ribu rupiah per kilogram (kg). Namun, sejak terbitnya Per­mendag tahun 2015, harga cengkeh jatuh hingga hanya 90.000 rupiah per kg.