Semarang merupakan salah satu Kota pesisir di Pulau Jawa yang menjadi surga bagi pecinta kuliner. Ada banyak tempat makan legendaris di kota ini yang memiliki sejarah dan citarasa yang sangat luar biasa.

Bagi traveller yang singgah di Semarang Jawa Tengah pasti tidak lupa memburu kuliner khas dari kota lunpia ini. Nah, jangan lupa mampir ke Pasar Semawis yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan Pecinan, lokasi yang menjadi pusat kuliner dengan beragam aneka resto, cafe dan warung yang menyajikan berbagai makanan dan minuman.

Pasar Semawis atau juga disebut dengan Waroeng Semawis di kawasan Pecinan, menyajikan aneka kuliner dengan konsep yang beraneka ragam pula. Lokasinya di tengah Kota Semarang.

Aneka makanan atau kuliner khas Semarang dengan mudah kita jumpai di kawasan Pecinan itu. Bagi pencinta kuliner jika beberapa kali liburan ke Semarang?, belum lengkap rasanya jika tidak menyempatkan singgah di Pecinan, sebuah gang yang ada di Kota Semarang dengan berbagai sejarah dan beragam kuliner yang sangat menggoda lidah.

Ada sesuatu yang menarik ketika sampai di depan gapura gang yang bertuliskan Pecinan, karena di samping kiri ada sebuah cafe dengan aroma menperpaduan Cina dan Arab.

Cafe ini menyebarkan aroma yang berbeda dari cafe lainnya, karena pada umumnya cafe menyebarkan aroma kopi yang khas hingga menusuk hidung para pengunjung. Namun, di cafe ini aromanya lain dan unik tidak menyebarkan aroma kopi, melainkan aroma harumnya tembakau sangat melekat saat pengunjung mendekati pintu masuk kawasan Pecinan itu.

Cafe yang mengusung konsep Tobacco Cafe ini berlokasi di depan Gerbang Pecinan, tepatnya di Jalan KH Wahid Hasyim 2A Semarang. Nah, para pecinta kuliner dan tembakau yang memasuki cafe ini akan disuguhi dengan interior hiasan cafe bergaya Cina dengan beberapa lampu lampion berwarna-warni yang menghiasi depan Cafe.

Jika pengunjung masuk ke dalam, akan menemukan pandangan toples-toples kaca yang berjejeran dengan berisikan tembakau khas Nusantara.

Saat berada di cafe yang bernama Mukti Cafe pengunjung bisa menikmati berbagai macam tembakau dan crutu yang disukai, dari awal berdiri bangunan cafe ini sudah dikenal banyak kalangan penikmat tembakau. Nah, tentunya satu-satunya tobacco cafe yang ada di Semarang ini semakin menarik untuk dikunjungi, tidak hanya warga Semarang tetapi para pengunjung dari berbagai daerah, bahkan wisatawan asing.

Banyak varian tembakau khas Nusantara yang bisa pengunjung pilih, mulai dari Rolling Tobeko yaitu tembakau hasil dari daerah Temanggung, Boyolali, Salatiga dan masih banyak lagi. Natural Blanya itu mulai dari Java Oriental, Klasik, Dominika dan masih banyak lainnya.

Selain tu, juga ada Blan Forever yaitu Vanilla, Kopi, Motego dan tentunya masih banyak varian lainnya yang dapat membuat pengunjung semakin penasaran.

Meskipun konsep awal adalah tobacco cafe. Para pengunjung juga  tetap bisa menikmati beberapa kopi khas Indonesia, seperti kopi Papua, Aceh, Toraja, Bali dan daerah sentra produksi kopi lainnya.Selain itu, Mukti Cafe juga memiliki menu kopi andalan yang sering menjadi kopi pilihan bagi para pengunjung.

Ada Black Coffe yang menurut Peksi Alit salah satu Barista, Cafe ini sangat memperhatikan proses pembuatan. Mukti Cafe dengan menu kopinya yang sangat beragam itu, dalam proses pembuatannya dilakukan dari mulai kopi yang masih segar.

Kopi yang masih hijau diproses hingga pengeringan dan semua ditangani oleh Mukti Cafe. Bahkan penyaringanpun dilakukan di dapur Cafe Mukti, dengan menggunakan peralatan tradisional berupa grabah atau wajan dari tanah liat, yang mampu menghasilkan rasa yang berbeda.

Kopi yang disajikan Mukti Cafe dibandrol dengan harga Rp12.000 per gelas dan semakin banyak digemari pengunjung. Ada keunikan lain, di Cafe Mukti para pelanggannya dikenal akrab dengan julukan Muktis.

Muktis sangat menyukai aroma black kopi yang disajikan Mukti Cafe. “Entah kenapa, aromanya berbeda dengan kopi biasanya. Bisa jadi karena proses pembuatannya.Para penikmat kopi sepertinya wajib datang tau ketagihan ke Mukti Cafe setiap hari,” ujar Lutfi, salah satu Muktis kepada Kampusnesia.com.

Selain itu, makanan ringan juga tersedia di Mukti Cafe, seperti Cheesy Casawa, Maryam Bretead, Potato Wedges, Sambosa, Classic Pao, Mukti Combo Platter dan Lakker. Nah, untuk makanan ringannya ada salah satu yang paling menjadi primadona dan sangat populer hingga disukai para pengunjung yakni Sambosa, makanan khas Arab berbentuk seperti pastel, di dalamnya terdapat kare yang berisi daging kambing.

Sensasi rasa pedas dan kaya dengan rempah sangat menggoda lidah. Untuk menikmati Sambosa ini, pengunjung  hanya perlu merogoh kocek Rp16.000.

Kace yang masih berusia muda dan berdiri pada 2014 itu sebelumnya merupakan tembakau store. Di lantai utama Muktu Cafe terdapat berbagai macam tembakau dan di lantai dua digunakan sebagai Cafe.

Radika pengelola cafe ini menuturkan awal berdirinya cafe sekitar 2012 Mukti Kafe hanya menyediakan tembakau, atau tembakau store dan karena inisiatif dari pemiliknya (owner) Kusuma Atmaja Agung dan banyak pelanggan tembakau yang juga menginginkan adanya tempat nyantai sambil menikmati tembakau.

Pada akhirnya 2014 cafe ini kemudian dibuka dan hingga saat ini siap melayani para menikmat kopi yang juga hobi mengisap tembakau.

Jika penasaran dengan aroma khas kopi  Mukti Cafe? Atau penasaran dengan gurihnya Sambosa? Wah, secepatnya mampir ke Mukti Cafe. Cafe buka setiap hari mulai pukul 16.000 WIB hingga malam hari pukul 01.00 WIB. ***

Sumber: Kampusnesia