Dodol menjadi salah satu kuliner yang tak pernah absen saat imlek. Nah, soal dodol imlek ini, di Bandung terdapat dodol khas yang mengusung merek Tek Kie.

Dodol Tek Kie diproduksi perusahaan rumahan di sebuah ruko Jalan Pajagalan 36 Bandung. Setiap menjelang imlek, jalan Pajagalan di sekitar rumah tersebut tercium harum kue keranjang yang menantang selera. Aromanya perpaduan antara gula merah dan tepung ketan.

Menjelang imlek, dodol Tek Kie biasa memproduksi 4 ton perharinya. Ukuran dodol yang diproduksi beragam, mulai 300 gram, 500 gram dan 1 kilogram.

Mengenai rasa, dodol Tek Kie memiliki 3 varian, yaitu original, jeruk, dan pandan. Dodol rasa original berwarna cokelat dan harum vanili, dan ini dodol yang paling klasik.

Sedangkan dodol jeruk turunan dari dodol original, warnanya juga cokelat dengan rasa manis harum jeruk. Varian berikutnya dodol pandan yang berwarna hijau. Sebagimana namanya, dodol ini wangi daun pandan.

Dodol Tek Kie memiliki identitas khusus berupa cap bulat warna merah di bagian atas dodol dengan tulisan “Dodol Keranjang Tek Kie”. Di bagian cap tertera komposisi dodol yang terdiri dari tepung beras ketan, gula, dan vanili. Cap juga dilengkapi dengan tulisan mandarin, nomor registrasi dari Dinas Kesehatan, dan logo halal.

Dodol ini diproduksi menggunakan bahan alami tanpa pengawet. Usia keempukan dodol sanggup bertahan dua minggu. Jika sudah mengeras, kekuatan dodol mencapai satu tahun.

“Umur dodol sebenarnya bisa satu tahun. Tapi keempukannya hanya dua minggu. Pelanggan biasanya mengejar keempuknnya,” kata Vincent Ruslianto, pemilik Dodol Keranjang Tek Kie.

Dalam sejarahnya, Dodol Keranjang Tek Kie dijalankan secara turun-temurun yang dimulai dari buyut Vincent pada tahun 50-an. Sejak itu tiap menjelang imlek keluarga Vincent bersama karyawannya memproduksi dodol.

Bagi penggemar dodol, merek Dodol Keranjang Tek Kie tentu tak asing. Dodol menjadi kuliner wajib bagi mereka untuk melengkapi tradisi imlek. Selain itu, dalam tradisi Cina dodol juga menjadi simbol kemakmuran. [Iman]