Pusat pendidikan dan kebudayaan Prancis, Institut Français Indonesia (IFI) Bandung, punya agenda menarik terkait kuliner di Indonesia dan hubungannya dengan kebudayaan. Tema ini akan dibahas lewat diskusi Open Lecture: Transisi Budaya Kuliner Indonesia bersama Jean-Pierre Poulain.

Acara akan digelar Rabu 20 Januari 2019 pukul 14.00 WIB di Auditorium Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. Jean-Pierre Poulain adalah dosen sosiologi di Universitas Toulouse Jean Jaurès dan anggota CERTOP-UMR CNRS. Peneliti yang juga dosen bidang “Food Studies” di Universitas Taylor ini banyak meneliti tentang hubungan makanan dengan budaya dan kesehatan.

Selain itu, ia juga bekerja sebagai Direktur Laboratoire International Associé (LIA-CNRS) “Food, Cultures and Health”. Ia menulis beberapa buku yang memperlihatkan kontribusi ilmu sosial dan humaniora terhadap pemahaman budaya makanan: Dictionnaires des cultures alimentaires, dir. PUF, Sociologies de l’alimentation, PUF-Quadrige 2018, Sociologie de l’obésité, PUF, 2009. Sebagai penghargaan atas seluruh kinerjanya tersebut,l’Institut Français pour la Nutrition memberinya Penghargaan Penelitian Nutrisi terbaik.

Diskusi tersebut akan digelar dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan ilmu pengetahuan khususnya di bidang sosial. Acara diselenggarakan Divisi Kerjasama Sains dan Teknologi (CST) Insitut Français d’Indonésie – Kedutaan Besar Prancis di Indonesia.

Budaya makan di Indonesia sendiri terbentuk dari berbagai macam tradisi yang mencerminkan kekhasan suatu daerah, sejarah kolonial, pengaruh-pengaruh keagamaan juga budaya etnik. Di sisi lain, sejak beberapa dekade terakhir Indonesia mengalami pesatnya modernitas yang terjadi lewat urbanisasi dan transformasi beberapa kota besar menjadi metropolitan, menurunnya tingkat kesuburan, berubahnya skala rumah tangga, dan munculnya kelas menengah.

Fenomena-fenomena tersebut turut mempengaruhi perubahan budaya makan yang dapat dilihat dari berubahnya pola konsumsi, perolehan nutrisi yang kini lebih didapat melalui produk-produk kesehatan, serta adanya peningkatan kesadaran terhadap wawasan budaya dan lingkungan. [Iman]