Jika kita jalan-jalan melintasi Jalan Bandung-Garut, maka hampir di sepanjang jalan tersebut terdapat pedagang yang menjajakan berbagai macam oleh-oleh khas dan menarik. Salah satunya tentu saja kuliner.

Kuliner apa saja yang ada di sepanjang jalur Bandung-Garut? Kita mulai di Jalan Raya Rancaekek. Di sini akan banyak ditemui para pedagang tahu Sumedang. Bentuk tahu yang ditawarkan agak berbeda dengan tahu yang biasa ditemukan di Sumedang.

Tahu di sepanjang Jalan Raya Rancaekek tampak lebih polos dengan isi yang lebih kopong. Tahu ini lebih nikmat jika disajikan panas-panas dengan cengek mentah. Nah, untuk tahu Sumedang biasanya lebih padat dan jika digoreng tampak keriting. Kendati demikian, rasa kedua tahu tersebut sama-sama khas dan gurih.

Memasuki jalan Bandung-Garut berikutnya, kita akan menemukan oleh-oleh lainnya, yaitu dodol Garut. Ya, bicara Garut tak lepas dari dodol. Sebagian orang bahkan menjuluki Garut sebagai kota dodol.

Para penjual dodok mudah ditemui di sepanjang jalan Bandung-Garut, mulai dari jalur Nagreg, Cipanas, Leles, Limbangan, Malangbong, dan terutama daerah Garut kota. Mereka mudah ditemukan dengan produk dodol bermacam-macam, mulai dodol tradisional atau klasik hingga dodol modern yang disebut cokodot. Cokodot merupakan dodol paduan cokelat.

Ada juga dodol yang yang beraneka macam rasa seperti dodol dari kacang merah, kacang hijau, kacang tanah, dodol zebra, dodol sari buah-buahan seperti sirsak, nangka, duren, stroberi, dan lainnya.

Biasanya, para pedagang dodol menjual oleh-oleh lain seperti beragam jenis opak, rengginang, kerupuk, keripik, ubi Cilembu bakar, dan lain-lain. Selamat mencoba. [Iman]