Pabrik rokok Bentoel telah bertahan sangat lama, sejak tahun 1925, itu artinya 91 tahun sudah berdiri di kota Malang. Bahkan kota Malang menjadi salah satu pusat perusahaannya selain di Jakarta. Bagaimana perjalanannya ya?

Demi menyimpan semua catatan sejarah perusahaan rokok ini, Bentoel memiliki museum sejarahnya sendiri, Museum Sejarah Bentoel. Tak hanya pahlawan saja yang memiliki museumnya sendiri, namun Anda dapat mengetahui bagaimana awal mula pabrik rokok yang besar ini dapat berdiri hingga bertahan di usianya yang hampir ke seratus.

Museum Sejarah Bentoel berada di Jalan Pecinan Kecil Nomor 32, namun sekarang nama jalannya berubah menjadi Jalan Wiromargo. Ya, lokasinya memang berjauhan dengan perusahaan dan kantornya PT. Bentoel sekarang, yang berada di Karanglo, Malang. Lalu mengapa memilih lokasi yang ada di kota Malang, yang tak jauh dari pasar besar, sebagai lokasi museumnya?

Rupanya, lokasi Museum Sejarah Bentoel merupakan saksi di mana pabrik rokok ini menjadi besar. Dahulu, rumah ini digunakan sebagai usaha kecil-kecilan Rokok Bentoel, Ong Hok Liong lah yang memlai pada tahun 1925. Siapa kah sosok Ong Hok Liong? Rupanya beliau adalah sosok yang memiliki kegigihan dalam mendirikan PT. Bentoel Prima, yang dahulu hanya miliki perseorangan saat ini menjadi lima besar industri rokok kretek di tanah air!

Berkat waingsit Ong Hok Liong yang mengunjungi makam Eyang Jugo di Gunung Kawi yang menjadi cikal bakal PT. Bentoel. Setelah mengunjungi makam Eyang Jugo, ia bermimpi bertemu dengan penjual bentul atau talas, ini lah yang membuat kemasan rokok Ong Hok Liong yang awalnya berkemasan Djeruk Manis menjadi Bentoel. Dahulu pun, bersama dengan dua belas pekerja dan partner bisnisnya yaitu tetangganya sendiri, Tjoa Sioe Bian, beberapa kali berganti nama merk rokok, mulai dari Strootjes-fabriek Ong Hok Liong, lalu Hien An Kongsie dan akhirnya menjadi Bentoel. Bahkan dahulu juga pernah bermerk Kandang, Klabang, Lampu, Turki dan Djeruk Manis, ya PT. Bentoel memang memiliki cerita yang panjang dan bersejarah.

Dengan bangunan yang tak jauh beda dari keaslian rumah Ong Hok Lion sebenarnya, Anda akan menikmati dan mengetahui lebih dekat ternyata PT. Bentoel memiliki kisah yang dipenuhi dengan kegigihan dan semangat tak pernah reda. Di ruang depan, Anda akan menemukan ruang tamu tempat berkumpul keluarga dan untuk urusan administrasi. Di ruang belakang, terdapat gudang penyimpanan tembakau. Pada saat 1957, Ong Hok Liong sering ke Blitar untuk mengurusi bisnis rokoknya sampai membeli pabrik rokok Orong-orong miliki Liem Ting Tjoan, akhirnya di museum ini Anda juga bisa melihat bagaimana tata letak ruang kerja serta ruang tidur Ong Hok Liong di rumahnya yang di Blitar di sisi kanan museum.

Banyak juga perabotan asli yang ada di museum ini, seperti kulkas General Electricbuatan Amerika yang ada di sisi tempat tidur kayu dalam kamar Blitar. Bahkan di sini Anda juga dapat mengetahui bagaimana ciri khas saus racikan rokok satu dengan rokok lainnya yang pernah dibuat oleh Ong Hok Liong. Perjuangannya tak sia-sia meski melewati banyak lika-liku bisnis sejak tahun 1925, pada tahun 2009, PT. Bentoel diakuisisi oleh perusahaan rokok terbesar kedua di dunia, British American Tobacco (BAT) International dan pada awal 2010, Bentoel Group bergabung dengan PT. BAT Indonesia.

Ya, di sini lah Anda dapat mengetahui foto, silsilah, kata-kata filosofi dan kisah pemilihan nama perusahaan dari PT. Bentoel Prima. Meski terlihat lenggang dan tak banyak pengunjung, Anda bisa mempelajari sejarahnya sejak Selasa hingga minggu pukul 08.00 hingga 15.00 dengan gratis. Bagi Anda yang ingin menjadi pengusaha, tak ada salahnya mempelajari dari kata-kata Ong Hok Liong, “Jadi orang harus mau melarat dulu, jangan lantas mau kaya saja.” Tak ada salahnya mempelajari sifat kegigihan dari pendiri PT. Bentoel Prima ini.**

Sumber: Ngalam