Para calon jamaah haji asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ketika di tanah suci diimbau untuk mendoakan keberhasilan usaha pertembakauan agar para petani sejahtera dan mendapat rezeki yang berkah. 

“Di tempat-tempat mustajabah(doa dikabulkan) di Makkah maupun Madinah jangan hanya mendoakan diri dan keluarga saja, tetapi juga mendoakan Kabupaten Temanggung, petani, masyarakat, usaha pertembakauan semoga menjadi rezeki yang berkah,” kata Bupati Temanggung, M Al Khadziq, di Temanggung, Jumat (28/6).

Pernyataan tersebut disampaikan saat pelepasan calon jamaah haji di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung. Kabupaten Temanggung merupakan sentra penghasil tembakau untuk bahan baku kretek, sebentar lagi para petani tembakau memasuki masa panen.

“Silakan mendoakan masyarakat Temanggung, mendoakan pertembakauan, perkopian di Temanggung menurut cara masing-masing. Sampaikan doa di Multazam, Hajar Aswad, Rukun Yamani, Hijir Ismail, Maqam Ibrahim, di Arafah, Musdalifah, Raudlah, semoga Allah SWT mengabulkan,” katanya.

Dia juga mengatakan jangan lupa saling mengingatkan, para ketua rombongan dan pendamping untuk selalu mengingatkan kepada para jamaahnya agar tidak lupa memohonkan doa tersebut, karena hanya dengan doa itulah semua ikhtiar masyarakat menjadi rezeki yang berkah.

Menurut dia, dunia pertembakauan merupakan dunia yang banyak tidak masuk akal. “Kadang kita tidak tahu mengapa harga tembakau jadi mahal dan mengapa harga jatuh, maka perbanyaklah doa,” katanya.

Dia meminta calhaj untuk meluruskan niat berangkat ke Makkah dan Madinah tidak ada lain hanya untuk memenuhi panggilan Allah, tidak ada niat lain kecuali untuk menyembah kepada Allah, tidak ada niat sama sekali untuk menyekutukan Allah.

“Hindari perbuatan yang syirik terhadap tempat-tempat yang berada di Madinah dan Makkah. Luruskanlah niatnya,” katanya.

Pelaksana Tugas Kasi Penyelenggara haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Eko Widodo, mengatakan jumlah calon haji asal kabupaten temanggung tahun ini sebanyak 1.782 orang. “Mereka terbagi dalam enam kloter, yaitu berangkat pada 10 Juli 2019 kloter 14, 15, dan 16, kemudian pada 11 Juli 2019 kloter 17, 18, dan kloter 19,” katanya.***

Sumber: Republika